MUI Harapkan Perhatian Dewan dan Pemkab Meranti
Rabu, 06 November 2013 20:04 WIB
SELATPANJANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Nizam Munadi SAg, mengatakan permasalahan Penyakit Masyarakat (Pekat) sudah sangat meresahkan di Kota Selatpanjang. Ia berharap Pemkab dan DPRD mengambil sikap nyata dalam memerangi penyakit masyarakat.
'Kami mengharapkan permasalahan Penyakit Masyarakat (Pekat) bisa menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah, DPRD dan aparat keamanan. Kami khawatir Pekat yang semakin berkembang di daerah ini dapat merusak generasi muda,' ungkap Nizam Munadi, saat coffee morning bersama DPRD, Rabu (6/11/2013).
Menurutnya, upaya menekan penyakit masyarakat tidak hanya dengan cara mempersempit ruang gerak dan kesempatan untuk melakukannya. Namun lebih dari itu, ia berharap Pemerintah Daerah bersama DPRD dapat menelurkan regulasi atau aturan dalam memerangi penyakit masyarakat.
'Saya kira Pemkab dan DPRD harus bisa menyusun dan menerbitkan peraturan daerah dalam rangka menekan penyakit masyarakat yang saat ini semakin meresahkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya di Kota Selatpanjang,' harapnya.
MUI, kata Nizam, siap bergandengan tangan dengan Pemerintah dan DPRD dalam mengawal proses pembangunan di daerah ini. Dikatakannya, MUI merupakan mitra penting yang menjadi tempat berkumpulnya para ulama, guna mendorong terbangunnya pemahaman dan pengamalan tentang tuntunan agama.
Selain itu, menyangkut kerjasama antara Kementerian Agama, MUI dan LP POM tentang sertifikasi halal seluruh produk, ungkap Nizam, juga memerlukan dukungan Pemkab, DPRD dan semua pihak lainnya, dalam mengoptimalkan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
'Alhamdulillah, banyak pengusaha di Kabupaten Kepulauan Meranti yang sudah sadar akan pentingnya sertifikasi halal, terutama pada produk makanan. Apalagi mereka yang mengekspor produknya ke negara tetangga, sangat memahami bahwa produk mereka tidak akan diterima di Malaysia dan Singapura, apabila tidak memiliki sertifikasi halal,' ungkapnya. (fan/hllc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

