Memprihatinkan, Angka Pengangguran Capai 217.053 Jiwa di Riau
Sabtu, 07 November 2015 17:33 WIB
PEKANBARU - Jumlah pengangguran di Provinsi Riau tahun 2015 meningkat lebih tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Agustus tahun ini pengangguran sebanyak 217.053 jiwa atau tingkat pengangguran terbuka (TPT) Riau mencapai 7,83 persen. Angka itu naik dibanding tahun 2014 yang tercatat 6,56 persen.
Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad mengemukakan hal tersebut Jumat (6/11/2015). "Situasi ketenagakerjaan di Riau pada Agustus 2015 menunjukkan arah yang kurang baik, karena TPT sebesar 7,83 persen, yang berarti naik jika dibandingkan dengan TPT 2014 hanya 6,56 persen," katanya.
Mawardi mengungkapkan, jumlah angkatan kerja di Riau pada Agustus 2015 mencapai 2.771.349 orang. Jika dibandingkan dengan total penduduk usia 15 tahun ke atas yang berjumlah 4.383.550 orang, maka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Riau sebesar 63,22 persen.
"Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 2.554.296 orang, dengan rincian 1.000.946 orang bekerja di daerah perkotaan dan 1.553.350 orang bekerja di daerah pedesaan," tuturnya.
Jika dilihat menurut tipologi daerah, sebanyak 101.992 orang pengangguran berada di daerah perkotaan dan 115.061 orang berada di daerah pedesaan. "TPT di perkotaan sebesar 9,25 persen, sedangkan TPT di pedesaan 6.90 persen," jelas Mawardi.
Di Riau, BPS menjelaskan, pada Agustus 2015 pengangguran berjenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada pengangguran perempuan. Tercatat ada 115.240 pengangguran laki-laki dan 101.813 pengangguran perempuan.
Akan tetapi, persentase TPT perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki. TPT laki-laki sebesar 6,15 persen dan TPT perempuan mencapai 11,36 persen.
Jika dibandingkan keadaan Agustus 2014, TPT pada hampir semua tingkat pendidikan mengalami peningkatan, kecuali TPT untuk tingkat pendidikan universitas mengalami penurunan sebesar 1,89 persen.
"Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yaitu dari 8,03 persen pada Agustus 2014 menjadi 10,17 persen pada Agustus 2015," ungkap Mawardi.
Sektor pertanian masih mendominasi penyerapan tenaga kerja di Riau. Tercatat 42,61 persen tenaga kerja bekerja di sektor pertanian. Tetapi jika dibandingkan menurut daerah, maka akan terlihat di daerah pedesaan sektor pertanian sangat dominan dengan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 64,12 persen, sementara di perkotaan hanya 9,21 persen.
Status pekerjaan yang mendominasi tenaga kerja di Riau adalah buruh/karyawan, yaitu sebesar 46,29 persen. Hal yang sama terjadi baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaan. Persentase status pekerjaan yang terendah adalah tenaga kerja yang berstatus berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar yaitu 5,07 persen.
Mawardi mengatakan, penciptaan pertumbuhan ekonomi yang memadai dengan orientasi pada perluasan lapangan kerja akan sangat membantu dalam mengurangi angka pengangguran.
Menurutnya, dengan angka TPT sebesar 7,83 persen, menunjukkan fenomena terus bertambahnya jumlah penduduk yang mencari pekerjaan. Kemungkinan lain, hal tersebut dapat juga disebabkan oleh dorongan ekonomi, yaitu tuntutan untuk mendapatkan penghasilan, juga disebabkan semakin terbukanya kesempatan kerja terutama di wilayah perkotaan.
"Akan tetapi, hal ini tidak diikuti dengan naiknya angka TPAK, artinya persentase penduduk 15 tahun ke atas yang masuk ke dunia kerja semakin berkurang," jelasnya.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Terlibat Narkoba, Polisi Tangkap Seorang ASN Pemprov Riau di Jakarta
-
Sosial
Gubernur Riau Teken MoU Bersama Badan Restorasi Gambut
-
Lingkungan
Riau Contoh Terbaik Dunia untuk Restorasi Gambut
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak
-
Hukrim
Muncul Spanduk Gelap Sudutkan Keluarga Gubri Soal Setoran Proyek
-
Ekbis
Apindo Harapkan Gubri Ambil Tindakan Soal Regulasi Gambut

