Mirawati, Gadis Mengidap Tumor Mata Butuh Uluran Tanggan
Senin, 23 Desember 2013 15:54 WIB
SELATPANJANG - Mirawati (5) seorang bocah dari pasangan suami istri Rahma (50) dan Salomah (50) warga desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten kepulauan Meranti menderita penyakit tumor mata. Mirisnya, penyakit yang diderita sang bocah cantik tersebut hingga kini belum mendapatkan perobatan sebagaimana diharapkan.
Mirawati merupakan anak bungsu dari sembilan dari bersaudara, saat mata sebelah kanan dadis cilik itu membengkak dan semakin hari semangkin membersar. Kuat dugaan mata gadis cilik terkenan tumor ganas. Untuk menyelamatkan penglihatan gadis cilik itu mungkin oprasi jalan satu-satunya. Untuk mewujudkan itu, keluarga sangat mengharapkan dukungan dan bantua dari Pemkab Kepulauan Meranti.
Sementara itu Mirawati terlahir dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya hanya berpropesi sebagai buruh toreh karet kebun milik orang, dengan pemghasilan yang juga paspasan, dengan penghasilan paspasan tersebut tentunya sangat tidak mungkin untuk untuk membiaya mengoprasi mata anaknya itu.karena tidak memilioki biaya hingga berita ini dilansir pengoprasian mata gadis kecil itu belum juga dilakuakn sementara sementara bengkak mata gadis malang it uterus saja membesar.
“Solamah (50) ibunya Mirawati kamis (19/12) kemarin kepada wartawan mengatakankan, penyakit yang diderita oleh putrid bungsunya suadh cukup lama sejak Mirawati berusiah 2’5 tahun lalu, namaun saat itu matanya anbak saya tidakbengkak seperti saat ini, dulunya bola mata Mirawati, mata hitanya besinar seperti kelereng, namun lama kelamaan matanya terus membengkak seperti yang bapak lihat saat ini," sebutnya ibu Mirawati.
"Dulu Mirawati sudah pernah saya bawah berobat ke Bengkalis dan pekanbaru, namun doctor menyaran agar segvera dioprasi karena di kuat dugaan mata anak saya ini terkenanr tumor ganas," sebut Saloma, namun karena tidak memiliki biaya cukup akhirnya Murawati kami bawah pulang dan sekitar dua tiga bulan ini matanya jadi membengkak dan saya sangat sedih setelah matanya membengkak Mirawati tidak lagi mau bermain bersama teman-temannya.
“Melihat kondisi matanya saat ini Sebagai orang tua tentunya tidak tega melihat pendiritaan putra-putri dan kami bertekat untuk membawahnya ke berobat kepakanbaru, deengan bermodalkan jamkesda, namun karna kami tidak mengerti bagai mana pengurusana administarasinya ,makanya kami datang keselatpanjang dengan minta pertolongan dengan bapak pauzi salah seorang wartawan untuk pengurusan administrasi”akuinya.
Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten kepulauan Meranti H.Mhammad Adil SH ,yang segaja berkunjung di tempat persingahan Mirawati sebelum berangkat ke pekanbaru, kepada media ini mengaku sangat prihatin, melihat kondisi mirawati, bahkan menurut Adil bagi masyarakat yang memiliki jam kesda tidak perlu takut berobat karena biaya sudah ditanggung pemerintah. Dia juga berjanji akan membiaya keberangkatan Mirawati dan keluarga menuju rumah sakit di Pekanbaru.
Selain H. Adil juga terlihat pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten kepulauan meranti yang datang mengambvil data diri Mirawati. Dan 10 orang anggota pengurus komunitas Wartawan peduli Kasih (Kowalisi) kepulauan meranti sambil menyerahkan sedikit bantuan kepoada keluarga Mirawati. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Polwan Polda Riau Hadirkan Klinik Apung di Sungai Duku
-
Maritim
HUT ke-81 TNI Angkatan Laut, Lanal Dumai Gelar Ziarah Pahlawan
-
Olahraga
Haornas 2026, Riau Belum Siapkan Kegiatan Olahraga Besar
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo

