• Home
  • Sosial
  • Musalla Nurul Iman Butuh Perhatian Pemkab Meranti

Tempat Ibadah Umat Mualaf

Musalla Nurul Iman Butuh Perhatian Pemkab Meranti

Minggu, 08 Februari 2015 17:13 WIB
MERANTI - Sebanyak 70 Kepala Keluarga (KK) dari kalangan warga Mualaf Desa Kepau Baru Kecamatan Tebing-Tinggi Timur (3T) membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tentang perlengkapan sarana ibadah di Musalla Nurul Iman.

Mushola yang didirikan sejak 2013 tersebut dimanfaatkan oleh umat muslim dari mualaf dengan menggunakan sarana ibadah serba keterbatasan. Ironisnya lagi, keberadaan mushola itu jauh berbeda dengan tempat-tempat ibadahnya kaum muslim pada umumnya.

Selain baru belajar tetang ilmu agama, ekonomi warga mualaf di desa tersebut juga pas-pasan sehingga sangat tidak mungkin mereka akan mampu untuk melengakapi sarana ibadah di Mushola tersebut.

Selain itu, SDM warga mulaf di desa tersebut juga masih dalam kategori rendah jadi sudah sewajarnya jika mereka mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bahkan saat ini di musholla tersebut  anya memiliki beberapa sajadah, sementara jika dibadingkan jumlah jamaah dengan ketersediaan sajadah tidak memadai sehingga perlu adanya penambahan sejadah, termasuk penerangan listrik, pembesar suara maupun toilet.

Ustad Baharuddin warga sungai Tohor Kecamatan 3T selaku guru pembimbing sekaligus mengajarkan ilmu agama kepada warga suku AKIT yang kini sudah menjadi mualaf  itu mengatakan, musollah Nurul Iman tersebut masih banyak kekurangan sarana ibadah.

Dijelaskannya, sehingga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah maupun para darmawan untuk melengkapi sarana prasarana ibadah di musollah tersebut. Dianatarnya, Mesin Ginset,pembesar suara ,sajadah maupun sarana lainnya.

"Untuk kita tentunya sangat berharap sebelum tibanyak bulan suci ramadhan hendaknya sarana ibadah musolla Nurul Iman ini setidaknya bisa memadahi sehingga masyarakat yang menjalan ibadah di musaollah ini akan merasa lebih nyaman dan khusuk," ucapnya.

Dikatakannya, dirinya mulai mengajarkan ilmu agama kepada para mualaf tersebut,mulai 1 Januari 2013, dan saat itu mereka belum bisa melaksankan sholat jumaat, karena umat muslimnya masih terlalu sedikit.

Namun berkat kegigihannya tiga bulan berikut (maret) 2013 akhirnya sholat jumat bisa di dirikan Mushola tersebut yang kini sudah dijadikan Masjid Nurul Iman, meskinpun hanya 36 orang jamah tidak mencukupi 40 jamah,karena muslimnya belum begitu ramai akhirnya.

"Alhamdulillah saat ini jumalh muslim di Desa Kepau baru ini tarsus meningkat,bahkan kini sudah mencapai sekitar lebih kurang 70 KK,sehingga sholat jumat bisa didirikan setiap pekannya. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan semua pihak," ungkapnya.
 
Pihaknya sendiri pada kesempatan sebelumnya juga sempat ragu untuk membimbing umat muslim dari kalangan mualaf tersebut. Akan tetapi  pihaknya yakin dan terbaca akan hadis Rasullullah SWA, yang artinya apa bila mati salah seorang anak Adam, maka putuslah segala amalannya terkecuali ada 3 perkara yakni" Sadogah jariah, Doa Anak yang soleh  dan ilmu yang bermanfaat.

Dari tiga perkara inilah yang membuat hatinya merasa terharu dan kasihan melihat saudara-saaudara seagama yang ada di desa Kepaubaru ini, mereka membutuhkan bimbingan agama.

Sebelum mengakhir ceritanya Ustad Bahar sempat mengatakan,bahwa dirinya dan para jamah di musollah Nurul Iman desa Kepau baru itu sangat berharap pemkab kepulauan meeranti dapat memberikan bantuan penerangan listrik, pembesar suara, sajadah maupun toilet.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar