Musholla di Simpang Beringin Pekanbaru Tak Kunjung Selesai
Senin, 17 Maret 2014 15:22 WIB
PEKANBARU - Pembangunan musholla yang belum diberi nama, di Jalan Lintas Pekanbaru-Pangkalan Kerinci Km 25, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya tak kunjung selesai.
Tidak sedikit warga yang mengaku heran. Bahkan, mereka menuding pembangunan musholla itu digelapkan pihak pengelola yang diketahui Ketua RW setempat.
Kondisi musholla tersebut juga masih memprihatinkan. Tempat wudhu belum ada. Tidak ada terlihat data soal dana sumbangan pemasukan. Dan hampir tidak ada jamaahnya. Namun, menurut warga sekitar, yang tak mau menyebutkan namanya, musholla itu aktif saat Sholat Maghrib, belum lama ini.
"Musholla itu sudah lama ada, sekitar enam tahun. Bangunannya dari dulu begitu-begitu saja. Memang ada juga penambahan. Tetapi terkesan lamban. Jamaahnya, cuma ada waktu maghrib. Karena setelah itu ada pengajian," ungkapnya.
Bahkan, salah seorang pemilik kantin, seorang ibu paruh baya-nama dirahasiakan- menuding pihak pengelola bernafkah dari sumbangan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa musholla itu sudah dibangun oleh warga semenjak sekitar enam tahun yang lalu.
"Memang sudah lama tuh mushollanya. Tapi, begitulah. Sepertinya, yang meminta sumbangan sudah puas hidup dari sana," ungkapnya.
Bahkan, tidak sedikit dana yang disumbangkan. "Kami dengar, ada yang menyumbang sampai Rp6,5 juta," ungkapnya.
Diketahui, ternyata pengelola yang merupakan RW setempat itu juga mengelola Masjid Ar-Rahman, yang tak jauh dari lokasi musholla tersebut.
Sama seperti di musholla, pihak pengelola juga meminta sumbangan di tengah jalan. Menurut informasi, soal pemungutan sumbangan di jalan dikelola olah warga setempat bernama Daham.
Ketua RW setempat saat dikonfirmasi mengaku tidak berada di rumahnya. Begitu juga dengan Daham yang ditunjuk Ketua RW untuk mengelola pungutan sumbangan di jalan. Namun, salah seorang pengelola Yanti, mengatakan bahwa pembangunan masjid terus berjalan, meski lambat.
"Ya. Kan harus dibangun satu persatu. Makanya agak lambat. Kami juga terus menunggu bantuan untuk pembangunannya. Tapi, saya tidak tahu soal pungutan yang di jalan. Tanya pak RW saja," ungkapnya.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo saat dikonfirmasi di Mapolda Riau mengatakan, unsur penggelapan baru bisa diketahui jika pihak korban melaporkan kejadian. "Laporkan dulu. Baru kita cari apakah ada penggelapan di sana," ungkapnya.***(gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

