• Home
  • Sosial
  • Nihil Kontribusi, Medco Bikin Masyarakat Pelalawan Meradang

Nihil Kontribusi, Medco Bikin Masyarakat Pelalawan Meradang

Kamis, 03 Juli 2014 20:35 WIB

PELALAWAN - PT Medco merupakan sebuah perusahaan pertambangan Migas yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan tepatnya di Kecamatan Kerumutan. Setidaknya, ada beberapa buah sumur aktif saban hari dikeruk dari perut bumi Pelalawan.

Puluhan tahun sudah, perusahaan milik Arifin Ponegoro ini secara kontinyu mengeploitasi sumber daya alam dikabupaten Pelalawan. Namun ditengarai, mereka tidak memberikan kontribusi bagi daerah, khususnya Kabupaten Pelalawan.

Ladang minyak yang berada di Kabupaten Pelalawan termasuk Indragiri Hulu, setakat ini menghasil 1.800 barel minyak per hari. Jika dikalkulasikan, ladang minyak tersebut menghasil uang Rp2,1 miliar per harinya.

Dilatar belakangi, PT Medco di Kabupaten Pelalawan tidak memberikan kontribusi bahkan banyak kalangan menilai keberadaan PT Medco ini dikabupaten Pelalawan nol besar. Masyarakat bersama Pemkab bergejolak. Ramai-ramai rakyat Pelalawan menyuarakan bahwasanya blok Kampar segera dikelola oleh daerah.

Sebetulnya, keinginan daerah untuk mengelola Blok Kampar sudah digulirkan sejak tahun 2012. Namun sejak berakhirnya pengelolaan oleh PT Medco sejak 27 November 2013 lalu, dengan alasan belum kompetennya SDM Daerah. Bahkan tanpa alasan yang logis, pengelolaan oleh PT Medco terus diperpanjang, hingga Juni 2014 dan kini diperpanjang kedua kalinya Juni-Desember 2014.

PT Medco ini merupakan perusahaan minyak exlusif dan cenderung sangat tertutup. Liat saja, akhir-akhir ini elemen masyarakat Pelalawan melakukan aksi dilokasi ekploitasi, akan tetapi tidak tanggapan apapun dari pihak manajemen PT Medco. Aksi tersebut sepertinya dianggap angin lalu.

Mereka memilih menutup mata dan menutup telinga terhadap aksi masyarakat Pelalawan. Bahkan, Humas PT Medco Darwis sebagai penyambung lidah perusahaan memilih bungkam terkait aksi masyarakat kabupaten Pelalawan (dikomfirmasi awak media, Darwis tak bergeming).

Banyak hal yang dikeluhkan pada aksi penolakan terhadap PT Medco di Kabupaten Pelalawan. Selain tidak memberikan kontribusi semisalnya program CSR.

Persoalan lain adalah, perusahaan ini juga minim menggunakan tenaga kerja lokal, sehingga masyarakat tidak merasa memiliki. Bandingkan dengan perusahaan perkebunan yang hanya sekala kecil, tapi sangat peduli terhadap daerah Pelalawan.

Meskipun, ladang minyak ini tidak dikelola oleh PT Medco, kabupaten Pelalawan tetap saja memperoleh bagian dari DBH. 

Ketika belakangan PT Medco mulai mendapatkan penolakan dari masyarakat Pelalawan, barulah, manajemen PT Medco bersibuk.

Informasi dari Pemda Pelalawan, pihak manajemen saat ini berusaha mendekati Pemerintah daerah, mengandeng Pemda masalah penyertaan modal. Penyertaan modal ini diberikan ke Pemda sebesar 5 persen secara carry free.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar