• Home
  • Sosial
  • Pemkab Meranti Siapkan Tim Awasi Takjil Ramadhan

Pemkab Meranti Siapkan Tim Awasi Takjil Ramadhan

Kamis, 25 Juni 2015 21:24 WIB
MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kepulauan Meranti, menyiapkan tim pengawasan peredaran takjil di pasar selama bulan Ramadhan guna mengantisipasi beredarnya produk makanan kadaluwarsa dan mengandung bahan berbahaya.

Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kasi Pengawasan Perdagangan, Fajar mengatakan, upaya ini untuk mengantisipasi peredaran produk makanan yang mengandung bahan berbahaya," ujar Fajar.

Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait dalam pelaksanaan pengawasan tersebut. Untuk langkah awal, ia mengemukakan, pengawasan akan dimulai dari pedagang takjil yang ada di pasar-pasar tradisional, lalu ke pedagang di pasar kaget yang khusus menjual takjil di Jalan Banglas dan Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang.

Menurutnya, yang perlu diantisipasi adalah peredaran takjil yang menggunakan bahan pewarna pakaian, atau makanan yang mengandung formalin atau boraks. Ia menambahkan, bila ada pedagang yang kedapatan menjual takjil dengan bahan mengandung zat kimia berbahaya akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Masyarakat harus cermat saat memilih takjil, pastikan jangan membeli yang menggunakan pewarna pakaian atau mengandung formalin dan boraks," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti melalui Kasi Farmasi, Makanan dan Minuman (Farmakmin), Refiadi S. Fams Apt menghimbau kepada seluruh masayarakat terutama bagi umat muslim Selatpanjang yang membeli takjil di Pasar tradisional dan pasar kaget atau pasar ramadhan agar hati-hati dan teliti.

"Memang sangat sulit untuk membedakan makanan yang mengandung bahan berbahaya dengan makanan yang sehat. Untuk itu, perhatikan warna makanan, tempat berjualan dan tekstur makanan," ujarnya.

Ketika ditanya tentang kewajiban Disket terkait pengawasan, Refiadi mengaku belum melakukan pengawasan secara khusus. Namun, jelang menyambut ramadhan, pihaknya bersama BB POM Provinsi telah melakukan sidak perdana selama tiga hari berturut-turut.

"Kita mengambil sampel bahan baku utama dalam pembuatan makanan dan minuman untuk diuji di laboratorium," pungkasnya. 

(adv/hms/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar