Pemko Pekanbaru Terus Perjuangkan Nasib K2 yang Tidak Lulus
Minggu, 22 Juni 2014 15:25 WIB
PEKANBARU - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Pekanbaru, Azharizman Rozie menyatakan bahwa Pemerintah kota (Pemko) terus berupaya memperjuangkan nasib honorer Kategori II (K2) yang tidak lulus dalam seleksi CPNS tahun lalu.
"Pemko terus mengupayakan mereka, meskipun saat ini belum ada intruksi yang jelas dari Pemerintah pusat apakah mereka diangkat atau tidak, kita terus berupaya memperjuangkan mereka untuk bisa terus bekerja sembari menunggu pusat mengeluarkan regulasi baru, harapan kita mereka diangkat secara bertahap," ungkap Kepala BKD.
Menyikapi aksi damai dan tuntutan yang mereka lakukan, Haris mengatakan hal itu sah-sah saja dan itu adalah hak mereka, Pemko Pekanbaru siap untuk memfasilitasi mereka.
"Kita dari pemko sudah sangat mengupayakan semua tuntutan mereka, tapi jika mereka ingin mendesak pusat untuk segera mengeluarkan regulasi untuk segera diangkat menjadi CPNS segera itu tentu akan kita fasilitasi karena apa keinginan mereka adalah keinginan Pemko juga," ujarnya lagi.
Disisi lain, menyikapi tuntutan honorer K2 yang notabenenya adalah seorang guru/pendidik yang minta segera diangkat menjadi pegawai negeri. Suradi (45) warga Tampan sangat menyayangkan hal tersebut pasalnya kwalitas moral guru saat ini sangat jauh berbeda dangen kwalitas moral guru dimasa lalu.
"Seharusnya mereka malu kepada anak didik mereka, yang merengek-rengek minta jadi pegawai negeri sipil, apa yang diajarkan kepada anak didik tidak ada yang melekat dalam diri mereka, sepertinya status Pegawai negeri adalah segalanya bagi mereka," ungkap Suradi.
Bukan hanya itu, dalam penilaiannya guru saat ini bukanlah pahlawan tanpa tanda jasa lagi melainkan pahlawan menjual jasa. Bagaimana tidak hampir diseluruh kegiatan belajar mengajar berujung dengan biaya keluar yang otomatis memberatkan orang tua.
"Kita contohkan saja, saat siswa bagi-bagi lapor, secara tidak langsung guru-guru minta amplop kepada siswa atas dasar ucapan terima kasih dan sukarela siswa kepada guru. Namun jika tidak diberi siswa dikucilkan dan kurang diperhatikan," ujarnya lagi.
Lanjut, dirinya berharap kepada pemerintah jangan asal mengangkat guru menjadi Pegawai negeri, karena saat ini banyak guru yang berpendidikan tinggi tapi tidak bermoral pendidik tapi hanya mencari keuntungan sendiri.***(dan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

