• Home
  • Sosial
  • Pendemo Protes Potongan Gaji PNS Pemko Pekanbaru untuk Zakat

Pendemo Protes Potongan Gaji PNS Pemko Pekanbaru untuk Zakat

Selasa, 03 Februari 2015 13:30 WIB
PEKANBARU - Kebijakan Walikota Pekanbaru Firdaus yang memotong langsung gaji pegawai negeri sipil (Pemko) dan guru sebesar 2,5 persen untuk zakat penghasilan (profesi) diprotes warga. Pasalnya, kebijakan itu memberatkan PNS golongan rendah dan para guru. 

"Oleh sebab itu, kami dari DPD LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Negera, Red) Riau meminta kepada Bapak Walikota Pekanbaru untuk meninjau ulang kebijakan tersebut,'' kata Sunardi, Koordinator Aksi saat berunjukrasa di depan pintu masuk kantor walikota, Selasa (3/2/15). 

Ditambahkannya, warga Pekanbaru yang beragama Islam tentu mengetahui kewajiban untuk membayar zakat. Tetapi Pemerintah Kota (Pemko) juga harus faham tentang zakat dan pihak-pihak mana yang wajib mengeluarkan zakat. 

"Seperti yang kami ketahui dari para ustadz, umat Islam yang wajib mengeluarkan zakat jika hartanya sudah memenuhi nisab. Kalau berbentuk emas 85 gram per tahun. Tetapi jika PNS untuk biaya hidupnya susah dan penghasilan pas-pasan serta masih memiliki utang, apakah mereka wajib juga untuk mengeluarkan zakat profesi,'' tukas Sunardi. 

Sekretaris DPD LSM Penjara Riau, Suparman menyarankan Pemko Pekanbaru untuk mengurus urusan amal atau agama PNS. Agama Islam sendiri tidak ada bersifat memaksa atau intervensi. 

"Kalau boleh mengutip lagu Iwan Fals, urus saja lah akhlakmu, urus saja moralmu. Jalankan saja aturan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat, bukan mengintimidasi,'' tukasnya. 

Selain soal pemotongan gaji PNS dan guru untuk Zakat, LSM Penjara juga meminta walikota menyelidiki pemotongan dana sertifikasi guru dan pungli berdalih uang komite sekolah. 

Pihak sekolah seharusnya tidak lagi memungut uang komite karena sudah ada Dana Biaya Operasi Sekolah (BOS) yang untuk murid SD sebesar Rp500 ribu per orang, Rp750 ribu per siswa untuk SMP dan Rp1 juta untuk siswa untuk tingkat SMA. 

Usai berorasi, massa pengunjukrasa diterima Asisten Bidang Kesejahteraan Sosial Pemko Pekanbaru Sentot D Priyatno. Kepada massa LSM Penjara, dia berjanji akan menyampaikan langsung ke walikota apa yang menjadi aspirasi para pengunjukrasa.

Sentot menyampaikan permintaan maaf karena Walikota Pekanbaru Firdaus tak dapat menemui langsung massa LSM karena sedang berdinas di Kabupaten Siak. Sedangkan Wakil Walikota Ayat Cahyadi juga sudang berada di luar kota untuk urusan dinas.

(son/son) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar