• Home
  • Sosial
  • Perhiptani Riau Matangkan Program dan Sasaran Kerja

Perhiptani Riau Matangkan Program dan Sasaran Kerja

Selasa, 23 Desember 2014 19:29 WIB
KAMPAR : Dalam rangka mewujudkan sistem penyuluhan yang kuat dan modern, Perhiptani mengarahkan pada kegiatan yang bersifat kemitraan dalam mengawal kebijakan operasional penyuluhan pertanian dan meningkatkan kemampuan para penyuluh serta terwujudnya kesejahteraan para penyuluh pertanian. 

Kemudian Perhiptani sebagai organisasi profesi untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, penyuluh bersama Pemerintah mengembangkan system penyuluhan yang efektif dan efisien serta membangun wadah bagi penyuluh untuk membangun jiwa korsa dan profesionalisme. 

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Riau, gelar rapat perdana dibawah kepemimpinan H.Jefry Noer yang baru dikukuhkan sebagai Ketua Perhiptani Riau periode 2014 – 2019 bersama para ketua-ketua Bidang,S ekretaris, anggota dan pengurus DPW, untuk mematangkan program kerja dan kegiatan yang telah dijalankan maupun sebatas usulan kegiatan ke depan bertempat di Hotel Tiga Dara Siakhulu Kabupaten Kampar Selasa (23/12/14). 

Ketua Umum Perhiptani Riau H.Jefry Noer mengatakan, tujuan kerja yang akan dicapai di bagi dahulu, untuk skala Prioritas apa saja, jangka menengah dan jangka panjangnya dan harus di buat dengan matang. 

"Kemudian setelah berjalan program, akan ada evaluasi, apa yang sudah di buat dan dijalankan sebagai tolok ukur keberhasilan, setelah itu ke depan akan ditingkatkan atau perlu perbaikan,"ujar Jefry. 

Kepada anggota dan pengurus Perhiptani baik yang di DPW maupun DPD, harus ikut Pendidikan dan latihan (Diklat) kata Jefry, kemudian bagi penyuluh yang umumnya penyuluh itu sudah paham dengan teknik dan cara pengelolaan atau kerja di dunia pertanian. 

"Dengan begitu pengurus dan anggota baik di tingkat DPW dan DPD dapat mumpuni artinya memiliki usaha sendiri disamping sudah menguasai teori sekaligus dapat sebagai contoh bagi masyarakat,"kata Jefry. 

Ditambahkan Jefry, Perhiptani Riau harus jadi lokomotif bagi Perhiptani di Indonesia karena itu tugas berat untuk semua ketua, anggota dan pengurus artinya pengurus harus siap dan dapat menjadi contoh dahulu dengan begitu Perhiptani Riau baru dapat menjadi contoh bagi Perhiptani lain. 

Disamping itu kepada anggota dan pengurus DPD dan DPW Perhiptani harus memiliki jiwa enterprenuership atau memiliki jiwa wira usaha, dari situ akan menularkan kepada anggota dan penyuluh lain, kemudian dari penyuluh akan menyalurkan kepada masyarakat. 

Indikator untuk bisa jadi lokomotif itu harus beda maksudnya Perhiptani Riau punya indikator sendiri seperti untuk kesejahteraan anggota, pengurus dan penyuluh namun tidak melenceng dari aturan dan ketetapan Perhiptani Pusat.

Artinya dengan kemampuan yang ada di berdayakan semua sehingga Perhiptani Riau punya kelebihan dan unggulan yang akan menjadi contoh bagi daerah lain. 

Menyangkut soal sumber dana, Jefry memberi masukan dapat bersumber dari dana CSR Perusahaan atau sumber dana pinjaman dari per Bankan, yang nantinya dapat dijadikan modal pinjaman pada masyarakat, termasuk soal sumber dana di DPW bisa melalui Propinsi yang sudah di anggarkan begitu juga untuk DPD melalui Pemda Kabupaten/Kota. 

Jefry juga memberi masukan untuk kedepan, karena melihat penyuluh pertanian banyak yang umurnya sudah tua, Jefry melontarkan usulan, apakah dikembalikan ke Dinas, termasuk di tiap DPW dan DPD, diusulkan untuk mengangkat tenaga harian lepas. 

Mereka nantinya untuk diberi pelatihan sekaligus untuk dijadikan sebagai contoh atau pilot project dan teladan bagi daerah lain dan sebagai langkah awal, Jefry meminta kepada Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kampar untuk melakukannya di Kampar. 

"Program ke depan atau jangka panjang nantinya dapat di dirikan Koperasi di tiap wilayah untuk mengakomodir hasil pertanian termasuk perikanan dan peternakan dari petani, agar lebih terakomodir dan memudahkan masyarakat sehingga terasa manfaat dari keberadaan Perhiptani nantinya," ujar Jefry.

(man/man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar