Perusahan Harus Diikat MoU dengan SMK Kejuruan Kurangi Pengangguran
Senin, 07 September 2015 17:38 WIB
DUMAI - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai mengatakan setiap tahunnya jumlah angka pengangguran mengalami peningkatan mengingat kelulusan tingkat SMA/SMK dan Mahasiswa setiap tahunnya tetap berlangsung.
Ditambah lagi banyaknya warga luar daerah yang hijrah ke daerah ini mencari pekerjaan sehingga menambah catatan pengganguran. Padahal berdasarkan Perda No 10 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan yang menegaskan 70-30 artinya 70 persen warga tempatan dan 30 persen warga luar Dumai.
Alhasil, dari kesepakatan itu banyak perusahaan yang dinilai belum taat aturan. Spontan saja kejadian ini banyak menunai tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya Kepala Sekolah SMKN 2 Dumai, Juzmilita Spd MPI, menyarankan agar perusahaan khususnya industri hendaknya bisa menjalin kerjsama.
"Kalau menang begini kondisinya perusahaan harus dibuatkan kerjasama atau MoU ( Morendum OF Undestending) dengan Sekolah Kejuruan. Langkah ini saya kira lebih tepat dalam mengurangi angka pengangguran di daerah ini dan lebih jelas lagi penerapannya," tegasnya, Senin (7/9/15).
Bayangkan saja, berapa banyak siswa lulusan SMK dari berbagai jurusan yang membutuhkan pekerjaan setelah selesai pendidikan. Nyatanya, perusahaan di Kota Dumai lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja dari luar Dumai, sedangkan tenaga kerja lokal asal Dumai hanya beberapa saja.
"Kalau boleh jujur perusahaan itu pasti ada yang tidak beres dalam rekrutmen tenaga kerjanya. Jumlah pengangguran di daerah ini bukan makin berkurang setiap tahunnya, malah terus bertambah dan ditambah lagi perhatian perusahaan yang ada di daerah ini kurang maksimal," tegasnya.
Menurut dia, dengan adanya MoU antara sekolah kejuruan dan perusahaan diharapkan dalam penyerapan tenaga kerja perusahaan dapat memprioritaskan siswa kejuruan tamatan Dumai sesuai jurusan dan bidang yang dibutuhkan. Dengan demikian, pasti angka pengangguran akan berkurang setiap tahunnya.
Menurut dia, ini salah satu solusi yang tepat mengatasi pengganguran di Kota Dumai. Ketika siswa-siswi itu berkualitas, perusahaan bisa langsung memberdayakan tamatan ini agar diterima bekerja diperusahaan tersebut. Seperti yang telah dilakukan SMK Negeri 2 Dumai dengan beberapa perusahaan.
"Berapa banyak siswa alumni SMKN 2 dimanfaatkan tenaga dan Skill nya oleh perusahaan. Selain itu, memasuki masa magang memberi kemudahan pula bagi siswa untuk melakukan praktek. Sekolah akan berkomitment meningkatkan kualitas siswa dalam proses belajar mengajar," ujarnya.
Ditambah lagi banyaknya warga luar daerah yang hijrah ke daerah ini mencari pekerjaan sehingga menambah catatan pengganguran. Padahal berdasarkan Perda No 10 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan yang menegaskan 70-30 artinya 70 persen warga tempatan dan 30 persen warga luar Dumai.
Alhasil, dari kesepakatan itu banyak perusahaan yang dinilai belum taat aturan. Spontan saja kejadian ini banyak menunai tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya Kepala Sekolah SMKN 2 Dumai, Juzmilita Spd MPI, menyarankan agar perusahaan khususnya industri hendaknya bisa menjalin kerjsama.
"Kalau menang begini kondisinya perusahaan harus dibuatkan kerjasama atau MoU ( Morendum OF Undestending) dengan Sekolah Kejuruan. Langkah ini saya kira lebih tepat dalam mengurangi angka pengangguran di daerah ini dan lebih jelas lagi penerapannya," tegasnya, Senin (7/9/15).
Bayangkan saja, berapa banyak siswa lulusan SMK dari berbagai jurusan yang membutuhkan pekerjaan setelah selesai pendidikan. Nyatanya, perusahaan di Kota Dumai lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja dari luar Dumai, sedangkan tenaga kerja lokal asal Dumai hanya beberapa saja.
"Kalau boleh jujur perusahaan itu pasti ada yang tidak beres dalam rekrutmen tenaga kerjanya. Jumlah pengangguran di daerah ini bukan makin berkurang setiap tahunnya, malah terus bertambah dan ditambah lagi perhatian perusahaan yang ada di daerah ini kurang maksimal," tegasnya.
Menurut dia, dengan adanya MoU antara sekolah kejuruan dan perusahaan diharapkan dalam penyerapan tenaga kerja perusahaan dapat memprioritaskan siswa kejuruan tamatan Dumai sesuai jurusan dan bidang yang dibutuhkan. Dengan demikian, pasti angka pengangguran akan berkurang setiap tahunnya.
Menurut dia, ini salah satu solusi yang tepat mengatasi pengganguran di Kota Dumai. Ketika siswa-siswi itu berkualitas, perusahaan bisa langsung memberdayakan tamatan ini agar diterima bekerja diperusahaan tersebut. Seperti yang telah dilakukan SMK Negeri 2 Dumai dengan beberapa perusahaan.
"Berapa banyak siswa alumni SMKN 2 dimanfaatkan tenaga dan Skill nya oleh perusahaan. Selain itu, memasuki masa magang memberi kemudahan pula bagi siswa untuk melakukan praktek. Sekolah akan berkomitment meningkatkan kualitas siswa dalam proses belajar mengajar," ujarnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

