Pj Bupati Bengkalis Tegaskan Belum Mau Evaluasi Pejabat
Selasa, 11 Agustus 2015 10:15 WIB
BENGKALIS - Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mengatakan belum akan melakukan evaluasi pejabat dalam waktu dekat. Perlu konsolidasi dan komunikasi yang baik sebelum evaluasi dilakukan, apalagi dirinya belum mengetahui secara persis kinerja masing-masing pejabat.
"Aspirasi dari sejumlah elemen masyarakat itu sah-sah saja, namun kita akan melakukan konsolidasi dulu. Saat ini saja saya belum masuk ruangan, jadi kita tidak akan buru-buru mengambil sikap mengevaluasi, sebelum kita ketahui sejauhmana kinerja mereka," katanya kepada sejumlah wartawan, Senin (10/8/15) kemarin.
Dikatakan, mengevaluasi pejabat di lingkup Pemerintah Bengkalis itu perlu konsolidasi dulu pada seluruh pihak yang berkepentingan. Tentu perlu juga adanya komunikasi yang baik, sehingga bisa juga dilakukan hanya dengan memberikan injeksi semangat untuk meningkatkan kinerja.
"Kita lihat dulu kinerja mereka, apakah perlu dilakukan evaluasi apa tidak. Mungkin yang lebih terpenting, perlunya suntikan semangat untuk meningkatkan kinerja mereka, seandainya memang kinerja mereka kurang maksimal," ujarnya lagi.
Sebelumnya, Ketua Komunitas Bengkalis Siak Kecil (Kombes), Wan Muhammad Sabri meminta pada Pj Bupati Bengkalis untuk segera melakukan berbagai pembenahan dan evaluasi dari pejabat yang lemah dan kegiatan yang dinilai kurang tepat sasaran, agar pelaksanaan pembangunan, benar benar dapat dinikmati lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok atau perseorangan.
"Contohnya, mantan Bupati Herliyan sampai kecolongan, ketika mengangkat Herman Sani, sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bengkalis. Herman Sani kemudian mengimpor pejabat provinsi bernama Purwanto diposisikan dj tempat yang strategis," katanya.
Lalu, setelah Herliyan habis masa jabatan sebagai Bupati, bersamaan itu juga, Herman Sani mengundurkan diri sebagai Kadisdik Bengkalis dan mencalonkan diri sebagai cabup di Rokan Hilir (Rohil). Purwanto juga ikut-ikutan mengundurkan diri sebagai Kabid di Disdik Bengkalis untuk pindah ke Pekanbaru.
"Ini bukti salah satu contoh kecolongan Herliyan, sebab menempatkan pejabat strategis untuk duduk di SKPD. Mereka seenaknya pergi meninggalkan tanggung jawab, sedangkan persoalan pendidikan di Kabupaten Bengkalis masih carut marut, yang berhubungan dengan gedung sekolah, juga terkait kompetensi guru dalam meningkatkan pendidikan," katanya.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Bupati Amril Prihatin CPNS Guru Garis Depan Minim Anak Bengkalis
-
Sosial
Plt Sekda Bengkalis Minta ASN Berikan Pelayanan Terbaik Pada Masyarakat
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Paripurna Laporan Reses Tahun 2017
-
Hukrim
Jaksa Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Satpol PP Bengkalis

