• Home
  • Sosial
  • Pj Bupati Meranti Minta Satker Jaga Stabilitas Harga Komoditi

Pj Bupati Meranti Minta Satker Jaga Stabilitas Harga Komoditi

Selasa, 11 Agustus 2015 16:44 WIB
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam hal ini Pj. Bupati H. Edy Kusdarwanto bersama jajajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan BPS Pusat, pihak Perbankan dan lainnya di Aula Kantor Bupati Meranti, Sel
MERANTI - Laju inflasi di Kepulauan Meranti memicu lambatnya akselerasi pertumbuhan pembangunan dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Satuan Kerja terkait mesti menjaga stabilitas harga komoditi serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat.

Hal itu ditegaskan Penjabat Bupati Kepulauan Meranti, H Edy Kusdarwanto, saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pihak Perbankkan di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (11/8).

Hadir dalam Rakor itu, Asisten II Setdakab Meranti, Ir Anwar Zainal, Deputi BPS RI Bidang Distribusi Barang dan Jasa, Sasmito Hadi Wibowo, Perwakilan Direktur BI, Kepala BPS Provinsi Riau, Mawardi Arsyad, para Pimpinan Bank, serta para Kepala Satuan Kerja di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.

Dijelaskan Bupati, inflasi merupakan penurunan nilai mata uang yang disebabkan proses peningkatan harga secara umum dan terus menerus mulai dari konsumsi masyarakat yang meningkat, kelebihan likuidasi, termasuk juga akibat ketidaklancaran distribusi barang.

"Kami menyadari jika inflasi dibiarkan akan memperlambat akselerasi pertumbuhan pembangunan dan ekonomi masyarakat, untuk itu saya harap jajaran dinas terkait dapat menjaga stabilitas harga komoditi, serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat," ingatnya.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Riau, pada bulan Agustus 2013 Inflasi di Provinsi Riau mengalami kenaikan 7.4 persen, inflasi disebabkan oleh kenaikan harga BBM yang memicu kenaikan sektor konsumsi lainnya.

Di Kepulauan Meranti sendiri tingkat inflasi tahun 2013 mencapai 15.93 persen, kenaikan ini disumbangkan oleh kelompok komoditas bahan makanan dan bahan makanan jadi, selain juga kenaikan BBM dan tarif angkutan.

Tingginya inflasi di Kepulauan Meranti ini tidak terlepas dari akses pasar serta letak kondisi geografis yang berpulau memicu melambungnya harga komoditi konsumsi masyarakat, serta dipicu oleh masih terbatasnya infrastruktur akses jalan yang memadai.

Sementara di Triwulan ke-IV tahun 2014 inflasi di Kepulauan Meranti turun menjadi 9.42 persen dengan penyumbang inflasi tertinggi berasal dari air, listrik, gas dan BBM, diikuti makanan jadi, rokok, rekreasi, pendidikan, kesehatan, minuman serta olahraga. 

(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar