Pusat Kucurkan Rp7 Milir ke Bidang Peternakan Siak
Kamis, 03 Oktober 2013 19:04 WIB
SIAK, RIAUHEADLINE.COM- Pemerintah Pusat menyalurkan dana APBN ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanlut) sekitar Rp 7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan sapi untuk pengembangan ternak sapi dan potong sebanyak 1.152 ekor dan pembibitan sebanyak 55 ekor.
Dari 1.152 ekor yang sudah terealisasikan sekitar 442 ekor, dan dibagikan ke 32 Kelompok tani, saat ini 11 kelompok yakni Kecamatan Lubuk Dalam sebanyak 36 ekor, dan Kecamatan Kerinci Kanan sebanyak 144 ekor, serta Kecamatan Kotogasib 42 ekor. Sementara Kecamatan yang belum tersalurkan dan masih ada kekurangan masih menunggu datangnya sapi-sapi bantuan tersebut.
Kamis (3/10/13), keterangan Kepala Disnakkanlut Siak Susilawati kepada riauterkini.com diruangannya membenar adanya bantuan pengadaan sapi yang dibeli dengan dana APBN Pusat. Dan sebahagian sapi sudah disalurkan ke kelompok tani yang sudah tercatat.
"Ini merupakan kerja keras Pemkab Siak melalui Disnakkanlut untuk meraih dana APBN, dalam hal ini kita diberikan dana APBN sekitar Rp 7 miliar untuk pengadaan sapi pengenbang dan pembibitan. Total sapi sekitar 1.152 dan akan di bagikan ke kelompok tani, saat ini sudah ada sebahagian yang sudah disalurkan," terang Susilawati.
Dengan adanya bantuan Pemerintah Pusat ke Pemkab Siak melalui Disnakkanlut ini tentunya diharapkan, para kelompok tani yang menerima bantuan sapi tersebut dapat mengembangkan dan pembibitan sesuai yang diharapkan. Dan hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani khususnya petani ternak.
"Dengan adanya bantuan sapi dari Pusat ini, diharapkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani dapat memeliharanya dengan baik dan juga dapat mengembangkan sapi-sapi ini sesuai dengan yang diharapkan. Karena hal ini juga dapat meningkatkan ekonomi para petani ternak," harap Kadisnakkanlut Siak Susilawati.***(rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

