Sekdakab Meranti Pimpin Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2014
Selasa, 20 Mei 2014 17:54 WIB
SELATPANJANG - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kepulauan Meranti Iqaruddin secara langsung memimpin puncak peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-106 tahun 2014 yang dilaksanakan di Halaman kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (20/5/14).
Dalam pidatonya, Iqaruddin mengatakan, dalam rangka menjaga semangat dan nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu kita, kita tidak boleh lengah, tapi justru harus semakin waspada dan cerdas dalam menghadapi berbagai perubahan dan kemajuan yang secara terus menerus.dengan pemikiran makna nasionalisme sesungguhnya.
Penerapan cara berfikir, bersikap dan berperikalu secara ideologis merupakan kristalisasi kesadaran berkebangsaan dan bernegara. Sejalan dengan hal tersebut lah maka pada pelaksanaan peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2014 ini mengangkat tema “Maknai Kebangkitan Nasional Melalui Kerjanya Nyata Dalam Suasana Keharmonisan dan Kemajemukan Bangsa."
"Tema ini sekaligus menjadi instrument ukuran sejauh mana nilai-nilai nasionalisme terimplementasi dalam karsa, cipta dan karya kekinian kita secara nyata. Artinya, lanjut Sekda Iqaruddin, mengandung tiga makna dalam hal ini, pertama nasionalisme bukan sekedar diskursus dan wacana yang sorak-sorai," katanya.
"Menanggapi makna kekinian bagaimana kita mengimplementasikan romantisme perjuangan tersebut kedalam pola pikir, pola sikap, dan perilaku kebangsaan selaras dengan tuntutan zaman," jelasnya.
Makna kedua,kata sekda bahwa pada dasarnya kita menginginkan sebuah keharmonisan dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nasionalisme terbangun bukan dari perilaku saling menuding, bukan saling menyalahkan dan bahkan bukan untuk saling menyingkirkan.
Kekuatan kebangsaan tersemai dalam kohesivitas yang harmonis dari kekuatan dan energi potensi yang telah kita miliki. Komitmen untuk berbagi dan bersinerji dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional itulah yang menjadi ukuran, sejauh mana karsa, cipta dan karya kita sudah memberikan kekuatan bagi terbangunnya keharmonisan perilaku kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang amanah, tuturnya.
Makna ketiga, adalah memberi rujukan bahwa kekuatan sebuah bangsa tercirikan dari bagaimana perbedaan dan kemajemukan dapat terkelola menjadi kekuatan. Itulah niat mulia untuk menyatukan perbedaan-perbedaan yang dimiliki bangsa ini melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Indonesia yang memiliki lebih dari 300 kelompok etnis, lebih dari 250 bahasa daerah dalam percakapan; keragaman dan komposisi pemeluk agama yang tersebar di seluruh nusantara adalah sebuah kekayaan sekaligus kekuatan.
Sebagai Negara yang kaya akan keberagaman etnis, suku, budaya, dan agama, menyadari bahwa kohesivitas kesadaran akan keragaman senantiasa harus terjaga secara terus menerus dan berkesinambungan.
Nilai-nilai toleransi akan perbedaan, nilai-nilai kemajemukan yang tumbuh berkembang atas dasar komitmen dan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak boleh luntur sampai kapanpun”ujar sekda.
Namun demikian, fenomena kemajemukan yang bergulir akhir-akhir ini tampaknya sedikit mengalami penggerusan dari hakekat nasionalisme itu sendiri. Semangat persatuan demi menjunjung tinggi sikap nasionalisme yang dulu didambakan dan dibanggakan kini menjadi kekhawatiran kita bersama.
Konflik antar etnis, antar agama, tawuran antar pelajar, tawuran antar warga, sikap prasangka antar kepentingan, konflik horizontal dan gangguan keamanan yang masih sering terjadi adalah fenomena kebangsaan yang perlu kita sikapi secara hati-hati, papar Sekda.
Demikian pula sikap dan perilaku yang mengutamakan kepentingan perorangan dan golongan, superioritas kelompok tertentu yg merasa lebih unggul dari kelompok lain, masalah narkoba, pornografi, menjamurnya perilaku koruptif, dan bentuk-bentuk sekat pemisah antara We and Them, adalah pola pikir, pola sikap dan perilaku yang harus kita hilangkan.
Oleh karena itu, semangat dan makna peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2014 ini, adalah semangat untuk berani melakukan evaluasi diri, semangat bagi penguatan komitmen seluruh komponen dan potensi bangsa dalam membangun Indonesia kedepan yang lebih baik,khusunya kab upaten kepaulaiuan meranti’ ungkap Sekda mengakhiri pidatonya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

