Suyatno Resmi Jabat Bupati Rohil Periode 2011-2016
Senin, 24 Maret 2014 22:47 WIB
BAGANSIAPIAPI - Suyatno yang sebelumnya Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), saat ini telah resmi dilantik sebagai bupati di kabupaten itu periode 2011-2016 melalui sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Rohil, di Gedung Olah Raga (GOR) Kompleks Perkantoran Batu Enam, Kabupaten Rohil-Bagansiapiapi, Senin (24/3).
Suyatno menggantikan Annas Maamun yang saat ini telah terpilih menjadi Gubernur Riau 2014-2019.
Acara pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Riau Annas Maamun dihadiri Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, Kapolres Rokan Hilir AKBP Tonny Hermawan, Perwakilan Kejari Bagansiapiapi Zulham, SH beserta unsur muspida propinsi, kepala daerah kabupaten/kota.
Mengawali acara sidang istimewa, Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, menyampaikan bahwa Annas Maamun telah disahkan pemberhentian dari jabatan sebagai Bupati Rokan Hilir periode 2011-2016, dengan surat Kepmendagri Nomor 131.14-367 tahun 2014 tertanggal 12 Februari 2014.
Selanjutnya, berdasarkan surat bupati tanggal 25 Februari 2014 nomor 100/TP/2014/57 mengusulkan pemberhentikan wakil bupati dan pengusulan pengangkatanBupati Rohil, sesuai ketentuan UU Nomor 32 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Hasilnya, DPRD Rohil menindaklanjuti dengan SK DPRD Nomor 58 tahun 2014 tanggal 27 Februari 2014 tentang usulan pemberhentian Suyatno dari jabatanya sebagai wakil bupati dan usulan pengangkatannya sebagai Bupati Rohil.
Masih dalam kontek sidang paripurna istimewa, Gubernur Riau Annas Maamun mengatakan, pemberhentian dan pengangkatan Bupati Rohil sudah ditetapkan dalam Kepmendagri.
Proses pelantikan adalah dalam rangka melanjutkan kepemimpinan dan pemeliharaan kelangsungan pembangunan pemerintahan khususnya di Kabupaten Rohil.
Oleh karena itu, kata dia, masyarakat diharapkan turut serta membantu dan mendukung program yang akan dicapai pemerintah daerah.
Lanjutnya, khusus kepada bupati baru hendaknya dapat menjalankan amanah serta senantiasa berkordinasi ke pemerintah propinsi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Annas menegaskan, pokok utama persoalan yang perlu disikapi mengenai asap yang sejak 17 tahun lamanya selalu melanda propinsi riau, mengingat kondisi terakhir asap sangat parah.
Bukan hanya itu, sebutnya, dari pantauan satelit NOAA, pada bulan Juni-Juli diperkirakan asap bisa lebih parah. "Saya minta SKPD, masyarakat dan aparat dapat bekerjasama menyelesaikan persoalan ini," pintanya.
Menyikapi persoalan asap di Riau, Presiden RI melalui Gubernur Riau, mengintruksikan peran serta masyarakat, aparat desa dan kecamatan lebih pro aktif.
Sebab persoalan karhutla, menurut Annas, paling mengetahui aparat desa dan kecamatan. "Presiden bilang tak mungkin kades dan camat tidak tahu dan pembukaan lahan. Jadi, saya minta bagi pelaku ditindak tegas sesuai hukum," tegas Annas.
Program kedua yang ingin dicapai, jelasnya, persoalan mengurangi kemiskinan. Di Propinsi Riau ada 1.780 desa, rencananya perdesa mendapatkan bantuan Rp500 juta.
"Bukan diberikan dalam bentuk uang melainkan program seperti jalan semenisasi kepemukiman penduduk, mushola dan sekolah serta pengerasan jalan," jelasnya.
Annas menambahkan, dalam bidang kesejahteraan masyarakat, propinsi riau memprogramkan pembangunan Rumah Layak Huni setiap desa. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi kemiskinan.
"Saya pikir kalau menghapus kemiskinan tidak akan bisa, tetapi kalau dikurangi pasti bisa. Makanya, untuk memaksimalkan anggaran, program pelatihan dan penataran kelaur daerah dicoret," ketusnya.
Hal terpenting lainya, sebut Annas, masalah mengoptimalkann kerja aparatur daerah, dia berencana membentuk Struktur Organisasi Tatakerja (SOT) baru dilingkungan Pemprov Riau dengan memberlakukan program 6 hari kerja.
"Bagi yang ingin cuti diperbolehkan dalam setahun. Saya pikir akan lebih optimal enak hari kerja jadi tidak ada lagi pejabat yang sering berangkat ke Jakarta serta mengurangi kegiatan yang tidak penting," sebutnya.
Usai sidang paripurna pelantikan, Bupati Rohil Suyatno, mengatakan program kerja yang dilakukannya adalah melanjutkan komitmen pembangunan yang pernah dijalaninya bersama Annas Maamun.
Salah satunya, kata dia, infrastruktur jalan, jembatan dan bangunan, pendidikan, peningkatan mutu sarana prasarana dan kesehatan peningkatan SDM kesehatan.
Menurutnya, kepemimpinan Annas Maamun memiliki komitmen kuat menyikapi semua persoalan yang terjadi dimasyarakat.
"Seperti tapal batas tidak ada persoalan, terlebih Rohil dan Dumai bertetangga baik. Jika ditemukan persoalan kita akan dudukan semeja bicarakan secara baik," jelasnya.
Mengenai calon wakil pendamping, Suyatno lebih memilih proses diserahkan pada masyarakat.
"Prosesnya dalam waktu dekat. Kami akan rapat evaluasi supaya bisa dibahas, tentunya supaya bekerja bisa lebih maksimal. Terpenting dukungna penuh dari seluruh masyarakat sangat diharapkan," kata dia.***(Jarmain)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

