Tak Ingin Berserteru, Gubernur Riau Kumpulkan Pemred Media
Sabtu, 03 Mei 2014 12:05 WIB
PEKANBARU - Bertempat di kediaman dinasnya, Gubernur Riau Annas Maamun menggelar pertemuan santai dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) media massa di Riau, Jumat (2/5/14) malam. Pertemuan tersebut bagian dari upaya mengakhiri ketegangan antara media massa dengan Gubri.
Pertemuan diawali dengan sambutan mantan Ketua DPRD Riau Chaidir. Dalam ungkapannya, Chaidir mengharapkan ketegangan antara Gubri Annas dengan media massa tak berlanjut. Perlu dibangun hubungan yang saling menguntungkan antara Gubri Annas sebagai pemimpin pemerintahan dengan media sebagai lembaga kontrol.
Sementara itu, tuan rumah Gubri Annas tampil dengan santai dalam sambutannya. Bahkan, sering sekali suasana ruangan pecah oleh suara tawa. Mantan Bupati Rokan Hilir tersebut benar-benar mampu membuat hadirin terpingkal-pingkal.
"Kebiasaan saya bercanda inilah yang membuat saya kadang keceplosan bicara dan itu kemudian menjadi heboh di media massa," ujarnya yang langsung disambut tawa.
Banyak hal yang disapaikan Gubri Annas dalam pertemuan tersebut. Mulai dari sejumla kebijakannya terkait pembenahan penggunaan APBD sampai masalah-masalah yang belakangan membuat dirinya merasa tak nyaman.
Secara terus terang Gubri Annas mengakui keceplosan mencarut saat ditanya wartawan suatu ketika, namun hal itu bukan karena ia marah, tetapi karena memang kebiasaan suka bercanda.
"Sesekali apa salahnya mencarut. Tak akan gubernur berdoa terus. Berdoa terus, sesekali mencarut jugo," kata gubernur yang langsung disambut gelak tawa hadirin..
Diakuinya, gara-gara carutannya itu, gubernur mengaku memang merasa tidak nyaman. Apalagi masalah itu bukan hanya menjadi konsumsi publik di Riau, melainkan sudah menjadi isu nasional.
Gara-gara carutannya itu juga, di tataran pejabat tinggi negara mulai dari Mendagri hingga Kejaksaan Agung bahkan turut mengingatkan. Agar setiap memberikan pernyataan jangan terlalu keras.
Selain itu, Annas juga diingatkan agar jangan sering berseberangan dengan media massa.
"Kata Mendagri, wartawan jangan dilawan. Saya bilang saya tak melawan, tapi wartawan tu yang sudah tak berbuat elok dengan saya," papar gubernur.
Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut, sepertinya benar-benar dimanfaatkan untuk melepaskan pikiran dan candaan di hadapan Pimred. Annas juga banyak berbicara soal pesan singkat bernada ancaman yang diterimanya oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Kemudian, mantan Bupati Rohil dua periode itu juga banyak menyinggung soal pemerintahan yang sedang dipimpinya.
Kepada hadirin Gubri Annas menjelaskan bahwa pada pola anggaran di APBD yang sudah dipelajari, banyak penggunaan uang rakyat yang harus dibenahi.
"Terus terang, dari hati sanubari saya, melihat anggaran seperti itu saya tidak bisa. Harus ada pembenahan, agar anggaran yang tersedia bisa benar-benar dinimkati masyarakat," tuturnya.
Hanya saja dalam pertemuan tersebut tidak tersedia waktu untuk dialog. Para Pemimpin Redaksi juga tidak berkesempatan untuk memberikan masukan untuk memperbaiki gaya kempimpinan Gubri Annas.***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

