UKM Meranti Masih Kesulitan Kembangkan Pasar Produk
Jumat, 29 Agustus 2014 15:20 WIB
SELATPANJANG - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Basiran, menyatakan para pelaku usaha kecil dan menengah di dearah masih kesulitan dalam mengembangkan pasar khusus produk yang dihasilkan.
Menurut dia kepada pers di Selatpanjang, Kamis (28/8), sepatutnya pemerintah daerah lebih mengefektifkan program-program pembinaan ekonomi kerakyatan yang dipandang belum berjalan maksimal.
"Seperti industri rumahan (home industry) yang menjadi kantong ekonomi kreatif masyarakat di pedesaan, belum mendapatkan pembinaan yang baik dan berkelanjutan dari instansi terkait, sehingga sektor usaha itu belum berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah, karena masih menghadapi banyak kendala," ujarnya, Kamis (28/8/2014).
Dikatakan Basiran, hingga kini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti masih bergantung pada sektor tambang Minyak dan Gas Bumi (Migas) sebagai lumbung pendapatan daerah, sementara potensi home industry berbasis pengolahan hasil pertanian dan perkebunan belum tergali.
"Sampai hari ini, para petani dan pengelola home industry harus bertungkus lumus mencari pasar sendiri. Kalaupun ada upaya dari pemkab, paling hanya memamerkan produk-produk home industry itu di event-event pemeran atau expo. Upaya konkrit lainnya belum terlihat. Padahal, sektor home industry kreatif sangat potensial menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)," bebernya.
Menurutnya, home industry kreatif bila dikelola secara profesional jelas akan memberikan manfaat luas bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Upaya ini tidak hanya akan membangun semangat petani untuk lebih produktif, bahkan mampu membuka usaha baru yang akan menyerap banyak tenaga kerja di pedesaan. Terutama kaum perempuan yang selama ini dianggap tidak produktif.
Dari pantauannya di lapangan, sebagian besar home industry kreatif yang tumbuh di pedesaan mengalami kondisi yang tidak stabil. Hal ini terjadi akibat minimnya pembinaan, kekurangan modal, teknologi yang sederhana dan tidak adanya dukungan pemerintah daerah dalam membantu pengembangan pasar.
"Jika Pemkab Kepulauan Meranti serius, potensinya akan sangat luar biasa dalam mendukung peningkatan PAD. Tapi akibat minimnya komitmen, maka keberadaan home industry di pedesaan bagai hidup segan mati tak mau," ujarnya.
Dengan terus meningkatnya angka APBD Kepulauan Meranti, tambahnya, diharapkan mampu dimaksimalkan program pembinaan dalam mendukung pertumbuhan home industry. Hal ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Kepulauan Meranti dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.***(mcr-fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

