Wabup Bengkalis Letak Batu Pertama Ponpes Daarul Quran Ibadurrahman
Jumat, 20 Februari 2015 00:16 WIB
BENGKALIS - Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis Suayatno lakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama putri Pondok Pesantren Daarul Quran Ibadurrahman, Belading, Kecamatan Mandau, Kamis (19/5/15).
Kesempatan ini, Wabup Suayatno mengatakan, kehadiran pesantren dapat diterima oleh masyarakat sampai saat ini. Seperti keberadaan Pesantren Daarul Quran Ibadurahman, merupakan lembaga pendidikan agama yang mempunyai ciri khas untuk menciptakan generasi qurani.
Suayatno juga menyampaikan, umat Islam saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang merusak moral dan akidah, seperti peredaran dan penggunaan narkoba, banyaknya kasus HIV/AIDS, kenakalan remaja dan pergaulan bebas serta kasus kriminal.
Upaya untuk mencegah pengaruh negatif itu melalui pendekatan agama, seperti kebiasaan dan tradisi membaca AlQuran.
"Seperti narkoba, merupakan ancaman yang setiap saat mengintai. Korbannya tidak memandang baik itu dari generasi muda, orang tua, politikus, pejabat, pegawai maupun artis serta aparat keamanan bisa menjadi korban," katanya menambahkan.
"Sedangkan bahaya HIV/AIDS, perebakan penyakit mematikan. Pasalnya, jumlah penderita HIV/AIDS di Bengkalis hingga Maret tahun lalu sudah mencapai angka 184 orang, termasuk tinggi di Riau," paparnya.
Suayatno juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupkan Maghrib mengaji setiap habis Shalat Maghrib di dalam rumah, mushala, ataupun masjid untuk membentengi diri umat muslim.
(der/der)
Kesempatan ini, Wabup Suayatno mengatakan, kehadiran pesantren dapat diterima oleh masyarakat sampai saat ini. Seperti keberadaan Pesantren Daarul Quran Ibadurahman, merupakan lembaga pendidikan agama yang mempunyai ciri khas untuk menciptakan generasi qurani.
Suayatno juga menyampaikan, umat Islam saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang merusak moral dan akidah, seperti peredaran dan penggunaan narkoba, banyaknya kasus HIV/AIDS, kenakalan remaja dan pergaulan bebas serta kasus kriminal.
Upaya untuk mencegah pengaruh negatif itu melalui pendekatan agama, seperti kebiasaan dan tradisi membaca AlQuran.
"Seperti narkoba, merupakan ancaman yang setiap saat mengintai. Korbannya tidak memandang baik itu dari generasi muda, orang tua, politikus, pejabat, pegawai maupun artis serta aparat keamanan bisa menjadi korban," katanya menambahkan.
"Sedangkan bahaya HIV/AIDS, perebakan penyakit mematikan. Pasalnya, jumlah penderita HIV/AIDS di Bengkalis hingga Maret tahun lalu sudah mencapai angka 184 orang, termasuk tinggi di Riau," paparnya.
Suayatno juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupkan Maghrib mengaji setiap habis Shalat Maghrib di dalam rumah, mushala, ataupun masjid untuk membentengi diri umat muslim.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

