Wasekjen MUI Pusat: Tak Ada Salahnya Bangun Masjid Bersebelahan
Jumat, 14 Februari 2014 16:54 WIB
DUMAI - Pembangunan Masjid Terapung di Taman Bukit Gelanggang yang letaknya berseberangan dengan Masjid Habiburrahman seperti rencana Pemko Dumai, dinilai Wakil Sekjen MUI Pusat sebagai suatu hal yang wajar dan tidak ada salahnya.
"Jika masjid yang direncanakan pemerintah tersebut dibangun berdekatan dengan Masjid Habiburrahman, saya rasa tidak ada masalahnya. Dengan catatan, masjid yang akan dibangun itu sebagai masjid transit. Karena Dumai sekarang masih belum memiliki masjid transit. Masjid yang ada (Habiburrahman,red) merupakan masjid tamam atau menggunakan imam tetap,” kata Wakil Sekjen MUI Pusat, KH. Tengku Zulkarnaen, pagi tadi.
Dijelaskan, kalau masjid yang ada sekarang jamaahnya sudah penuh, jadi boleh dibangun masjid baru. Tapi perlu diingat, masjid yang akan dibangun pemko adalah masjid transit. Artinya orang-orang yang sedang sibuk di tempat keramaian akan lebih mudah mencari tempat beribadah.
“Jadi niatnya sudah baik. Perlu diingat, masjid transit tidak berlaku untuk sekali salat berjamaah saja, tapi boleh berkali-kali. Sedangkan Masjid Tamam yang memiliki imam tetap, salat berjamaahnya hanya dilakukan sekali sesuai waktu salatnya,” ujar KH. Zulkarnaen.
Untuk diketahui, Dumai belum memiliki masjid transit. Jadi kenapa dipersoalkan jika pemerintah membangunnya. Apalagi Dumai, merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia, masuknya wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sedangkan, di Kuala Lumpur saja itu banyak memiliki Masjid Transit, bahkan disetiap tempat keramaian ada masjid.
“Diibaratkan seperti pembangunan masjid di Keramat Tunggak. Dulu disana adalah lokalisasi, tapi saat ini orang yang datang kesana bukan lagi untuk berzina melainkan untuk beribadah, seperti salat dan mengaji. Kini Keramat Tunggak menjadi Masjid Islamic Center di Jakarta Utara. Begitu pula yang akan dibangun Pemko Dumai di Taman Bukit Gelanggang sebagai arena bermain dan hiburan, jika sudah terbangun masjid nantinya orang-orang yang pacaran atau yang melakukan maksiat dengan sendirinya akan hilang,” papar KH. Zulkarnaen.
Dikatakan, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an "Datangkan yang baik, maka yang batil akan hancur sendiri. Datangkan kebenaran, agar kemaksiatan itu hilang". Terkait anggaran pembangunan masjid yang mencapai Rp42 miliar, menurut KH. Zulkarnaen menyatakan, untuk anggaran Rp42 miliar dari APBD Dumai Rp1,2 Triliun, berapa besarlah.
Itupun infonya tidak dilakukan dalam satu tahun anggaran. Jadi apakah tidak pantas, jika masyarakat muslim Dumai memiliki masjid yang bagus, indah dan layak? Sedangkan di Rohul itu untuk pembangunan Masjid Islamic Centernya sekitar Rp82 miliar, begitu juga dengan Masjid Sultan di Senapelan Pekanbaru yang mencapai Rp52 miliar.
Terakhir, dia mengimbau seluruh umat Islam di Dumai untuk tidak mendukung siapapun pihak yang anti dengan pembangunan masjid. “Seharusnya kita orang Indonesia dan Islam bangga dengan Islam kita. Buat sebanyak-banyaknya ikon Islam di Indoensia, karena Indonesia merupakan Negara Islam terbesar di dunia,” tukasnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

