• Home
  • Sosial
  • Wawako Dumai: Pertamina Tidak Tepat Sebagai Ketua Forum CSR

Program CSR Belum Ada Gebrakan

Wawako Dumai: Pertamina Tidak Tepat Sebagai Ketua Forum CSR

Selasa, 20 Januari 2015 16:13 WIB
DUMAI - Wakil Walikota Dumai Agus Widayat mengakuti bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) dari seluruh perusahaan yang adai di Dumai belum ada gebrakan sama sekali dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, penyebabnya adalah tidak tepatnya penunjukan ketua Forum CSR kepada PT Pertamina RU II Dumai beberapa tahun lalu itu. Pasalnya, GM dari perusahaan semi plat merah tersebut selalu berganti sehingga tidak bisa bekerja optimal.

"Itulah yang menjadi penyebab kenapa program CSR selama beberapa tahun ini tidak ada grebakan. GM Pertamina selalu berganti sehingga dalam menyusun program maupun mengumpulkan anggota CSR menjadi kendala," ungkapnya, Selasa (20/1/15).

Padahal menurut orang nomor dua di Kota Dumai dan dikabarkan maju sebagai Walikota ini, forum CSR tersebut memberikan pemiliran cemerlang, menilai tidak efektif dari perusahaan sebagai ketua yang pimpinannya selalu berganti. 

"Seharusnya ketua forum CSR tersebut Bappeko Dumai, sehingga program pemerintah dan perusahaan bisa diselaraskan notabene pemerintah bisa menjual program yang belum bisa dilaksanakan dalam APBD setiap kepada perusahaan," jelasnya.

Dirincikan Agus Widayat, bisa di lihat sampai saat ini, tidak ada gebrakkan yang dilakukan PT Pertamina RU II Dumai selaku ketua CSR. Kenapa ? sebab GM nya selalu berganti, bahkan bisa saja, GM yang sekarang tidak mengetahui adanya forum CSR tersebut.

"Apabila ketua CSR ditunjuk Bappeko, maka program pemerintah akan bisa dijual ke perusahaan-perusahaan anggota CSR. Sehingga, seluruh program yang tertuang di dalam CSR itu benar-benar terlaksana sebagaimana yang diharapkan," ungkapnya. 

Ditegaskannya, sehingga program yang dimiliki pemerintah dalam bidang pendidikan, keterampilan, pembangunan infrastruktur maupun kegiatan sosial setiap dapat dilaksanakan. Tentunya didukung dari anggaran CSR di masing-masing perusahaan.

"Saat ini-kan tidak!, setiap perusahaan memiliki program masing-masing sehingga terjadi tumpang tindih dengan program pemerintah. Saya akui, banyak program pemerintah yang tak sepenuhnya bisa dianggarkan dalam setiap tahun, karena keterbatasan anggaran," jelasnya. 

Seharusnya dengan adanya forum CSR tersebut, kata Agus Widayat menambahkan, program itu dapat berlanjut atau dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan dan bisa dirasakan oleh penerima program CSR tersebut.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar