• Home
  • Sosial
  • Wilmar Group Coffe Morning Bersama Wartawan Dumai

Wilmar Group Coffe Morning Bersama Wartawan Dumai

Jumat, 06 Februari 2015 17:21 WIB
GM Wilmar Group Dumai-Pelintung Tanmin memberikan kata sambutan pada acara coffe morning dengan kalangan awak media yang bertugas di Kota Dumai. (Istimewa)
DUMAI- Dalam rangka membangun hubungan silahturahmi, kritikan, saran dan masukkan, Perusahaan Wilmar Group menggelar acara coffe morning dengan kalangan insan pers yang bertugas di Kota Dumai.

Mengawali kegiatan coffe morning yang dipusatkan di gedung pertemuan PT Kawasan Industri Dumai, Jumat (6/2/15), GM Wilmar Dumai-Pelintung Tanmin, muncapkan terima kasih atas bersediannya kalangan awak media datang pada kegiatan ini.

Menurutnya, media dan wartawan merupakan pelaku yang selalu pekak menangkap informasi disekitar masyarakat dan perusahaan. Oleh sebab itulah, timbul ide dan gagasan untuk memberikan kritikan, saran dan masukkan yang dianggap perusahaan sangat perlu.

"Media merupakan kontrolsosial yang peka dengan kondisi disekitarnya, maka kami dari perusahaan juga ingin mendapatankan kritikan dan saran dari media. Sehingga kami bisa berbenah menjadi lebih baik untuk kedepannya," ujar Tanmin, kehadapan awak media.

Dijelaskankan singkat mengenai operasi perusahaan Wilmar Group di Dumai, bahwa perusahaan ini telah menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 1.850 orang. Selain menyerap tanaga kerja lokal, perusahaan juga komit peduli dengan lingkungan dan masyarakat.

"Kami juga komit dengan penyaluran bantuan yang dikemas melalui dana CSR. Bahkan kami juga memiliki komunitas kecil yang dinamakan Ikatan Keluarga Muslim (IKM) Wilmar. Komunitas ini juga sering memberikan bantuan kepada yang membutuhkan," jelasnya.

Selain memberikan bantuan sosial, Wilmar juga kerap mendapat sorotan tajam dari media ketika musim karhutla. Sebab, perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit ini selalu menjadi incaran ketika terjadi musibah kebakaran hutan dan lahan.

"Tidak menutup kemungkinan semua itu ada pelaku industri sawit yang berlaku curang dalam hal kejadian karhutla, namun kami sebagai perusahaan pengolah kelapa sawit menekan komitmen terhadap kondisi lingkungan maupun perkebunan sawitnya agar tidak terjadi karhutla," jelasnya.

Dilanjutkan mengenai industri hilir, kata Tanmin, saat ini kondisi industri hilir di Kota Dumai sudah mulai masuk tahap jenuh. Sebab, saranan dan prasaran sangat minim. Salah satu contohnya ketersediaan listrik, air bersih dan infrastruktur jalannya belum memadai.

"Sudah tiga kali berganti Walikotanya kondisi air bersih juga tidak kunjung ada di Dumai ini, gimana investor ingin menanamkan usahanya di Dumai jika sarana dan prasarana belum memadai. Kita juga sangat membutuhan pasokan Gas untuk membuat turunan CPO," ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan produksi CPO secara Nasional itu sebanyak 30 juta ton, kebutuhan minyak goreng dan biodisel dan lain-lain dalam negeri hanya 12 juta ton. Pemberlakuan standar managemen (termasuk aspek LK3) dan mutu produk yang sangat tinggi dan terbatas, yang diberlakukan oleh negara-negara pengimpor

Selain itu, regulasi tata niaga di dalam negeri dan luar negeri. Persangingan yang semakin ketat dalam era globalisasi dan perdagangan. "Kita harus memiliki sertifikasi untuk industri sawit diantaranya, ISO 9000, ISO 14000, ISO 22000, Sertifikasi Kosher, RSPO/ISPO, ISCC, RFS, SMK3," jelasnya mengakhiri. 

Ketua PWI Dumai Kambali, mengapresiasi kepada managemen Wilmar yang sudi melaksanakan kegiatan coffe morning seperti ini. Sebab, perusahaan juga butuh yang namanya kritikan, saran maupun masukkan dari media yang merupakan kontrolsosial.

"Inilah yang patut ditiru perusahaan industri pengolak minyak kelapa sawit di Kota Dumai. Wilmar selalu peduli dan membangun hubungan silahturahmi dengan media yang merupakan mitranya dalam berbisnis," ungkap Kambali ke jajaran Managemen Wilmar Group. 

Dijelaskannya, awak media juga memiliki peran banyak terhadap perkembangan perusahaan Wilmar. Media juga memiliki peran untuk melakukan kontrol terhadap aktivitas perusahaan yang dinilai kurang bagus di lingkungan masyarakat.

"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa berlanjut dihari kemudian. Media dan Wilmar sama-sama membutuhkan. Jadi tidak ada salahnya kalau kegiatan silahturahmi ini dibangun dengan baik," pungkas Ketua PWI Perwakilan Dumai Kambali.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar