Dua Sastrawan Melayu Bacakan Puisi dan Pukau Publik Paris
Kamis, 23 April 2015 11:06 WIB
PARIS - Dua sastrawan Melayu asal Riau dan Kepri masing-masing Fakhrunnas MA Jabbar dan Ramon Damora tampil baca puisi dan cerpen di depan mahasiswa, dosen dan peminat sastra di kampus INALCO (Institute National des Langues Civilization Orientales) Paris, Prancis. Penampilan kedua penyair dapat memukau audiens karena memperkenalkan cara pembacaan yang bervariasi.
Fakhrunnas sempat membacakan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji dengan gaya bersyair dan baca puisi gaya rap. Selain itu, sejumlah puisinya yang dibacakan adalah Riau, Selat Melaka dan Tanah Airku Melayu. Waktu membacakan Puisi Riau dengan gaya rap, Fakhrunnas diiringi dengan music perkusi-gitar.
Sedangkan Ramon Damora membacakan puisi karya Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri (SCB) dan puisi sendiri dengan gaya musikalisasi melibatkan mahasiswa INALCO, Ony dan Elza. Di antara puisi SCB yang dibacakan antara lain Pot dan Tapi dan puisi Ramon sendiri adalah Soneta Sudah Mati dan Sonet/Monnet.
Seperti dilaporkan Fakhrunnas, Rabu (22/4), acara pembacaan puisi dan cerpen tersebut dihadiri puluhan audiens. Acara tersebut dipandu langsung oleh Dr. Etienne Naveau, dosen senior INALCO dan didampingi Mira Naveau dan Dina Sumantri (dosen tamu asal Indonesia, INALCO) Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Laboratorium Sastra INALCO. Tampak hadir sejumlah pengarang dan penulis dan penerjemah di antaranya Michael Adini, Jacqualine dan Jerome.
Etienne Naveau dalam forum itu menyampaikan pembacaan puisi dan cerpen Fakhrunnas dan Ramon yang sama-sama berasal dari kultur Melayu sangat berarti bagi publik Prancis. Puisi dan cerpen khas Melayu merupakan suatukekayaan khasanah sastra yang belum banyak diketahui peminat sastra Indonesia di Prancis.
(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait

