• Home
  • Traveler
  • Pemkab Kuansing Syukuran Anugerah Pesona Indonesia 2017 untuk Pacu Jalur

Pemkab Kuansing Syukuran Anugerah Pesona Indonesia 2017 untuk Pacu Jalur

Dio Febrian Senin, 27 November 2017 19:35 WIB
KUANSING - Pacujalur benar-benar sudah menjadi ikon pariwisata bagi pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Festival tahunan ini pada, Sabtu (25/11/17) malam sudah dinobatkan menjadi salah satu pariwisata terpopuler se Indonesia dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang digelar di studio Metro TV, Kebun Jeruk, Jakarta.

Ketenaran ini ternyata bukanlah menjadi salah satu tujuan bagi pemerintahan setempat. Namun lebih kepada dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. " Kita jangan hanya menjadikan pacujalur ini terpopuler saja, namun yang paling penting adalah bagaimana penyelenggaran festival pacujalur ini memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat kita hendaknya," harap Bupati Mursini saat memberikan kata sambutan pada acara syukuran menyambut penghargaan API 2017 di Taman Jalur, Teluk Kuantan, Ahad (26/11/17) kemarin.

Dia mengajak masyarakat agar merubah pola pikir yang selama penyelenggaran pacujalur hanya menjadi masyarakat yang konsumtif, mestinya harus produktif. "Kedepan jangan lagi masyarakat menghambur-hamburkan uangnya disaat penyelenggaraan pacujalur, tapi jadikanlah ini sebagai peluang untuk menarik keuntungan dari penyelenggaran tersebut," saran Bupati Mursini.

Caranya kata dia, masyarakat harus memamfaatkan momen momen pacujalur untuk menjual beragam kebutuhan misalnya, berjualan kue, berjualan aksesoris dan segala macamnya. Atau bisa saja menyediakan penginapan.

"Ini untuk masyarakat yang berada di sekitaran Telukkuantan misalnya, Desa Beringin, Desa Sawah mungkin saja bisa menyediakan homestay. Setiap warga meyewakan satu kamar rumahnya untuk wisatawan dan juga menyediakan makanannya. Nah, cara-cara seperti ini bisa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Selama ini kata dia, bagi masyarakat Kuansing pagelaran pacujalur ini belum memiliki nilai tambah bagi peningkatan ekonomi. Tapi malah sebaliknya. Masyarakat lebih cenderung menggunakan momen pesta rakyat ini untuk berbelanja menghambur-hamburkan uang. "Kedepan pola-pola seperti ini harus dirubah," pintanya.

Sementara itu, Budayawan Riau asal Kuansing, Prof Suwardi MS merasa terharu dengan terpilihnya pacujalur sebagai pariwisata terpopuler. Kata Prof Suwardi, dirinya meneteskan air mata begitu mendapatkan kabar melalui telepon oleh Bupati Mursini bahwasanya Pacujalur terpilih sebagai juara. "Sejak beratus tahun lalu pacujalur ini diselenggarakan, baru kali ini kita mendapatkan penghargaan ini. Ini sangat membuat kita bangga," kata dia.

Untuk masa yang akan datang, tokoh masyarakat Kuansing ini juga meminta kepada Bupati Mursini agar pelaksaanaan pacujalur juga diikuti oleh acara acara lainya. "Seperti upacara adat dan maelo jalur. Intinya tidak hanya sekedar pacujalur saja," katanya.

Hal ini bertujuan adalah, untuk mewarisi secara turun temurun tentang tradisi apa saja yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Kuansing. "Saya mendengar Unesco itu melihat apa saja tradisi dan budaya yang bisa dijadikan situs warisan dunia.  Jika tradisi dan budaya dan perangkat lainnya terjaga dengan baik secara turun temurun, bukan tidak mungkin pacujalur juga bisa masuk dalam situs warisan dunia yang dilindungi oleh Unesco" ucap Prof. Suwardi, MS.

(dio/rls)
Tags Pemkab KuansingPesona IndonesiaWisata Kuansing
Komentar