The 9th China-ASEAN Dance Exhibition Berlangsung Meriah di Pekanbaru
Minggu, 02 Agustus 2015 10:41 WIB
PEKANBARU - Hentakan musik dan liukan para penari handal asal negara-negara ASEAN memukau ribuan pasang mata yang tumpah ruah di SKA Convention Center and Exhibition, Sabtu (1/8/2015).
Para penari asal Malaysia, Singapura, Thailand, tuan rumah Indonesia dan sejumlah negara mampu menghibur para penonton. Pelaksanan acara Sekolah Darma Yudha Pekanbaru mencatat, 1.200 tiket termasuk tipe Gold dan VIP habis terjual.
Ada antusiasme tinggi terlihat dari mata para penonton yang sudah berangsur masuk ke ruangan pertunjukan raksasa bertaraf internasional tersebut. Mereka yang rata-rata para remaja dan usia muda, sebagian besar datang bersama para orang tua, hadir dengan keceriaan. Pakaian rapi dan harum parfum mereka tercium di pintu masuk tunggal ruangan tersebut.
Pendiri Sekolah Darma Yudha Willy Berlian menyampaikan terima kasih kepada antusiasme siswa, orang tua, guru dan pecinta seni tari di Pekanbaru. Dirinya juga sangat bersemangat menyelenggarakan kegiatan tahunan internasional milik Asosiasi China - ASEAN Youth ini.
Sekolah yang didirikannya mendapatkan kepercayaan penuh oleh asosiasi asal Cina tersebut untuk menggelarnya di Pekanbaru.
"Kami sangat antusias menyelenggarakan kegiatan ini. Bekerja sama dengan pemerintah daerah, kami ingin mengambil peran serta untuk mengembangkan kebudayaan dan seni khususnya Melayu di daerah ini," jelasnya.
Kegiatan ini merupakan ajang promosi seni dan budaya yang lebih luas ke negara-negara ASEAN dan Cina. Kami juga melibatkan secara penuh para siswa dan orang tua, selain untuk pendidikan dan pengetahuan seni dan budaya, juga sebagai ajang hiburan.
Sementara itu, Managing Director Sekolah Darma Yudha Christian Pramudana mengatakan, Pekanbaru dengan bangga menghadirkan kegiatan ini. Mengingat, selama 8 tahun kegiatan ini berkeliling di negara-negara ASEAN yang dibawa pemerintah Cina, selalu diselenggarakan di ibukota setiap negara.
Lewat kerja keras tim dan juga prestasi para siswanya di Riau, Darma Yudha mampu meyakinkan Asosiasi tersebut. "Ini pertama kali acara ini digelar tidak di ibukota sebuah negara, ini kebanggaan tersendiri bagi daerah ini," paparnya.
"Ini juga kesempatan Darma Yudha untuk lebih nyata dalam memberikan sumbangsih terhadap perkembangan seni dan budaya daerahnya. Indonesia malam ini khususnya akan menampil tarian yang bernuansa khas Melayu Riau. Dari Indonesia selain dari Pekanbaru dari Sekolah Darma Yudha, juga hadir perwakilan penari dari SMPN Padang Panjang,'' sebut Christian.
Ketika disunggung soal asap, para tamu dari negara-negara ASEAN ini merasa tidak terganggu. Para dewan juri asal Cina Cai Cai Hong, Singapura Chen Yang Liang dan juga Ketua Asosia China - ASEAN Youth Yag Yiang You kompak berkomentar hal yang sama. Asap yang sedang melanda daratan Riau tertutupi dengan antusiasme Sekolah Darma Yudha dalam mempersiapkan kegiatan ini.
"Saya punya rasa yang beda dan unik ketika kami di Cina memutuskan melaksanakan kegiatan ini di Riau, di Pekanbaru. Setelah kami datang kesini kami merasa luar biasa, panitia bekerja keras agar acara ini terlaksana.'' sebut Yong Yiang You.
(rdk/rpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026
-
Hukrim
Abdul Wahid Bantah Perintah Setoran di Sidang Tipikor Pekanbaru
-
Hukrim
Kecelakaan Tol Pekanbaru-Dumai Tewaskan Dua Orang
-
Sosial
Wako Pekanbaru Hadiri Peringatan HUT Bhayangkara ke-79, Tegaskan Komitmen Kolaborasi dengan Polri
-
Lingkungan
Pelatihan Pengelolaan Pohon Menjadi Langkah Pekanbaru Wujudkan Kota Ramah Lingkungan

