- Home
- Lingkungan
- 37 Ribu Hektar Sawah di Riau Terancam Gagal Tanam
37 Ribu Hektar Sawah di Riau Terancam Gagal Tanam
Minggu, 02 Agustus 2015 10:46 WIB
PEKANBARU - Kemarau panjang membuat banyak daerah menjadi kekeringan di wilayah Riau. Tidak hanya kekurangan sumber air, daerah-daerah pertanian sawah di Riau terancam tidak bisa ditanami padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau Patrianov mengatakan, ada beberapa daerah lahan sawah yang kehilangan sumber airnya karena kondisi kemarau dan tidak turun hujan beberapa bulan belakangan.
Namun demikian, sampai saat ini panen padi kering atau gabah di Riau sudah melebihi target pencapaian di 2014 lalu. "Saya tidak setuju kalau bahasanya gagal panen, ini sensitif. Lahan yang sudah ditanam ada yang sudah panen, hampir panen dan akan panen," katanya.
Menurutnya, tidak ada masalah dan kondisi air masih cukup untuk periode April sampai Juli. Bulir-bulir padinya sudah terisi cukup. Untuk periode selanjutnya, Juli partisipasi masyarakat saat ini menunda tanam. Karena memang tidak ada sumber air. Kalau ada sumber airnya, kami bantu irigasinya, kami bawakan pompa air.
Tapi karena tidak ada sumber air, maka menunda tanam bukan berarti gagal panen. Menurut Patrianov, masa tanam April sampai Juli 2015 seluas 16.174 hektare sudah ada yg panen, akan panen, persiapan panen. Kondisi Aman dan cukup air.
"Rata-rata panen padi untuk setiap hentarenya sebanyak 3,5 ton padi. ''Hasil panen tersebut sudah jauh diatas periode April sampai Juli tahun 2014 yang hanya menanam seluas 14.328 hektare,'' kata Patrianov kepada sejumlah awak media.
Penambahan luas tanam padi di tahun 2015 dibanding 2014 sudah lebih dari 2.000 hektare. Masalahnya setelah hujan tidak kunjung turun dan sumber air untuk sawah-sawah di Riau tidak ada lagi karena tidak turun hujan, membuat rencana menanam 2.218 hektare terkendala.
"Padahal targetnya kami harus menanam 3.833 hektare luasan tanan, tapi 2.218 hektare sudah direalisasikan penanamannya dan ada yang kekurangan air sehingga mati. Sisanya dari target tersebut, penanaman untuk 1615 hektare akan ditunda sampai Agustus atau September," katanya.
Padahal, untuk kondisi normal sesuai rencana, pada periode Agustus itu seharusnya ditargetkan lagi menanam 10.449 hektare. Jadi jika sampai agustus tidak ada hujan maka menumpuk target menanam periode Juli Agustus, yaitu seluas 12.064 hektar. Sementara di bulan Desember target menanam 24.979 hektare.
Menurut Kepala Seksi Data dan Informsi BMKG Riau, Selamet Riyadi sejak jauh hari di Mei lali mereka sudah menyatakan ada kemungkinan musim kemarau sampai September. Tapi beberapa Dinas Pertanian melakukan penanam di Juni seperti di Indragiri Hilir dan Bengkalis sehingga berdampak buruk dan gagal.
"Apalagi ada isu Elnino yang membuat kemarau panjang. Tapi itu hanya berdampak di bagian Sumatera bagian selatan dan ke timur yaitu Lampung dan ke Jawa,'' kata Slamet.
Sementara untuk daerah Sumatera bagian tengah, Riau, dan Sumatera Barat, Sumatera Utara sampai ke Aceh tidak berpengaruh akibat dampak Elnino. ''Status elninonya ringan. Jadi tidak berdampak bagi Riau,'' kata Slamet.
Slamet juga mengampaikan berdasarkan pantauan mereka belakangan, di Riau awal musim hujannya menjadi maju di bulan Agustus dan pertengahan September.
"Jadi beberapa hari belakangan hujan sudah mulai turun merata di Inhil, Dumai dan Meranti. Itu akan terus ke Riau bagian barat yaitu Rokan Hulu dan Kampar. Jadi tidak perlu ada ketakutan lagi,'' kata Slamet.
Slamet juga mengatakan kondisi kering sejak Mei sampai Juni lalu itu karena kondisi insidental yaitu karena kondisi atmosfir kering sehingga banyak kebakaran hutan dan lahan. ''Nanti kami akan kirim rilisnya kapan awal musim dan bagaimana sifatnya dan intensitas hujannya. Kalau itu nanti benar adanya, maka tidak perlu ketakutan,'' sebut Slamet.
(rdk/rpc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Brigjen TNI Jarot Suprihanto Resmi Pimpin Korem 031 Wira Bima
-
Sosial
HUT ke-68 Riau, Gubri Ajak Bersinergi Wujudkan Riau yang Bermartabat

