Tim Destinasi Wisata Meranti Kunjungi Lima Telaga Keramat
Selasa, 06 Januari 2015 12:50 WIB
MERANTI : Lima Sumur (Telaga) keramat di Dusun Harapan RT13 RW06 Desa Kayuara, Rangsang Pesisir yang diyakini memiliki kekuatan magic (telaga sakti), kini telaga yang terletak tak jauh di pemukiman penduduk suku asli (akit) itu menjadi perhatian Pemkab Meranti.
Tim Jelajah Destinasi Pariwisata yang dipimpin Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti, H Ismail Arsyad bersama awak media, Ahad (4/1/2015) siang kemarin mengunjungi lolasi telaga dan langsung melakukan pengukuran untuk kepentingan dalam melaksanakan pembangunan tempat wisata religi.
H Ismail mengatakan, keunikan yang ada di tempat tersebut sangat layak untuk dikembangkan. Tidak hanya telaga keramat yang diyakini masyarakat Suku Akit dan Tionghoa memiliki kekuatan magic untuk menyembuhkan berbagai penyakit, keberadaan panji-panji dengan puluhan ekor kera jinak di lokasi tersebut telah menjadi daya tarik sendiri bagi objek wisata.
"Apalagi masih banyak pengunjung yang terus berdatangan ke sana setiap minggunya. Bahkan ada juga yang datang dari Tanjungbalai Karimun dan Batam, Kepulauan Riau. Ini yang ada di Meranti dan patut dikembangkan," sebut Ismail.
Untuk membangun secara keseluruhan, kata Ismail, paling tidak akan dilakukan selama dua kali anggaran (dua tahun). Mulai dari pembangunan gerbang, jalan gang, panji-panji yang sudah rusak parah, rehap lima sumur dan tempat pemandian, gazebo, MCK, turap, jembatan, serta pembangunan ruang pertemuan yang bisa dijadikan sebagai tempat istirahat dan tukar pikiran dengan juru kunci yang setiap saat mengawasi tempat keramat tersebut.
Kepala Desa Kayuara, Kecamatan Rangsang Pesisir, Rusli mengaku sangat berterima kasih atas perhatian Pemkab Meranti terhadap desanya. Untuk mempermudah proses pembangunan, maka ia juga akan menyerahkan lahan seluas 4 hektar dari 20 hektar lahan yang ada. Selain pembangunan, lahan tersebut juga akan dijadikan kebun wisata yang dapat di nikmati oleh masyarakatnya.
"Atas nama masyarakat dan Pemdes Kayuara kami sangat mengucapkan terima kasih atas perhatian ini. Mudah-mudahan cepat terealisasi," sebut Rusli yang turut didamping Ketua BPD Syaifuddin.
Juru Kunci Sumur (telaga) Keramat, yang akrap dipanggil Pak Sudin, mengaku bahwa berbagai macam tradisi seperti bele kampung, tari sonde dan mandi di sumur keramat sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Hanya saja tradisi itu semakin redup ditelan zaman. Meski saat ini masih ada warga yang terus berdatangan untuk berobat, tapi tidaklah semeriah dulu.
Dalam kepercayaan warga Suku Akit, kata Sudin, warga yang datang untuk berobat cukup mengambilkan tanah lumpur dengan kayu dari dalam sumur utama. Tanah tersebut kemudian dilumuri ke wajah atau bagian tubuh yang menderita sakit. Setelah beberapa menit, barulah mandi di sumur lainnya yang memang tidak jauh dari lokasi.
"Ada juga yang datang hanya untuk mengambil air atau tanah lumpur untuk dibawa pulang. Masalah kesembuhan itu tergantung dari kepercayaan masing-masing," sebut lelaki itu.
Keunikan lain yang terdapat di lokasi sumur keramat adalah keberadaan belasan ekor kera jinak yang diyakini sebagai penjaga tempat tersebut. Menurut cerita masyarakat sekitar, selain kera-kera itu juga terdapat seekor kera putih. Hanya saja kera putih sangat jarang menampakkan wajahnya.
Belasan ekor kera itu bahkan langsung mengeliling panji (tempat ritual Suku Akit) seakan menyambut kedatangan rombongan. Tanpa ragu seorang warga yang sudah terbiasa berkunjung ke tempat tersebut kemudian mengeluarkan kue-kue yang sengaja dibawa untuk makanan kera tersebut.
Tanpa membuang waktu, kami pun mengambil kue-kue tersebut, lalu membagikan kepada kera. Uniknya lagi, kera-kera itu langsung menghampiri dan tanpa takut mengambil makanan dari tangan. Kemudian naik di pohon sesup untuk menikmatinya. "Kasi ajalah, jangan takut. Kera-kera di sini semuanya sudah jinak dan tidak akan menggigit," sebut lelaki itu.
(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Traveler
Tempat-tempat wisata di Malaysia yang wajib dikunjungi ketika liburan sekolah tengah tahun
-
Traveler
Mengenal Karimunjawa, Inilah Nama Lokasi Wisatanya
-
Traveler
Ini Dia Tempat Wisata Populer di Indonesia Bisa Kamu Kunjungi
-
Bengkalis
Bangun Wisata Makam Tua Pangkalan Batang Bengkalis
-
Traveler
Tiket Masuk Candi Borobudur Juni 2022
-
Traveler
Warga Indonesia Masuk Malaysia Tak Perlu Booster atau Tes Antigen

