• Home
  • Traveler
  • Wabup Bengkalis Buka Festival Lampu Colok Simpang Ayam

Wabup Bengkalis Buka Festival Lampu Colok Simpang Ayam

Selasa, 14 Juli 2015 15:42 WIB
BENGKALIS - Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis Drs H Suayatno, meresmikan festival budaya colok yang jatuhnya pada 27 Ramadhan atau lebih dikenal  masyarakat Bengkalis disebut 7 Likur.

Acara pembukaan tersebut dipusatkan di desa Simpang Ayam RT 02/RT 02 Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Senin (13/7/18) malam. Tampak hadir, Kadis Pariwisata H. Eduar, Kepala Kemenag H. Jumari, Kadishup Ja'far Arif dan pejabat teras Pemkab Bengkalis, serta Bhabinkamtibmas Polres Bengkalis Dodik D.

Sementara itu, sambutannya, Wabup H. Suayatno  menyebutkan bahwa budaya menghidupkan lampu colok di malam 27 Ramadhan ini, merupakan identitas budaya Melayu yang sudah turun temurun dilaksanakan. Dengan ada nilai kebersamaan, gotong royong, sosial dan lainnya.

Penyalaan lampu colok itu sendiri, berawal dari keinginan para orang tua-tua jaman dahulu untuk menerangi
malam-malam akhir Ramadhan, dan yang paling utama yakni, menerangi jalan menuju ke masjid membayar zakat fitrah dan lainnya.

"Menyalakan atau budaya colok ini bagian dari identitas Melayu. Karena disana ada nilai-nilai kebersamaan, sosial, tolong-menolong, gotong royong dan lainnya sebagainya. Kita mengharapkan, tentunya budaya yang baik itu tetap kita pertahankan, dengan tidak mengabaikan amalan-amalan Ramadhan,"kata H. Suayatno.

Festival colok di malam 27 bulan Ramadhan memang dinanti masyarakat. Tak heran, banyak yang datang ke Bengkalis hanya untuk menyaksikan keindahan lampu colok dengan beragam
miniatur tersebut.

Peresmian lampu colok pada setiap tahunnya memang selalu bertukar tempat. Jika tahun sebelumnya peresmian itu berlangsung di desa Air Putih, dan Ramadhan tahun ini dipusatkan di desa Simpang Ayam.

Selain itu, disampaikam koordinator festival colok desa Simpang Ayam, Dahari, bahwa tahun ini ada empat menara colok yang berdiri di desa Simpang Ayam. Untuk satu menara rata-rata 5300 kaleng, dengan jumlah minyak 1,5 drum untuk satu menara satu malam.

Disamping itu, pantauan dilapangan, bahwa tampak jelas jumlah menara colok pada tahun 2015 ini, memang jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya, hal itu dikarenakan mahalnya harga minyak serta beratnya pekerjaan membangun menara colok, yang memakan biaya hingga belasan juta rupiah.

"Alhamdulilah, untuk kegiatan tahun ini sukses dilaksanakan, apalagi, keinginan masyarakat simpang ayam untuk mendatangkan dari Pemkab Bengkalis, juga sudah terlaksanakan, memang setiap peserta mengharapkan menjadi juara, yang jelas, kami dari pemuda simpang ayam sudah berusaha sebisa mungkin dengan menyiapkan miniatur dengan baik,"ungkap Dahari, ketua Koordinator lapangan Rt02 Rw02 Desa simpang ayam.

Sedangkan untuk setiap menara yang mendafar untuk mengikuti festival lampu colok tersebut, juga mendapatkan bantuan dari Pemkab Bengkalis dengan masing-masing peserta Rp2 juta. 

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar