• Home
  • Bengkalis
  • Lapangan Tugu Bengkalis Mendadak Jadi Lokasi Rumah Adat Berbagai Suku

Lapangan Tugu Bengkalis Mendadak Jadi Lokasi Rumah Adat Berbagai Suku

Rony Pratama Selasa, 31 Juli 2018 18:10 WIB
Kondisi Lapangan Tugu tampak dari atas, pada pelaksanaan Pawai Budaya sempena Hari Jadi ke-506 Bengkalis, Selasa, 31 Juli 2018.
BENGKALIS - Lapangan Tugu Bengkalis, seakan mendadak menjadi lokasi berdirinya rumah-rumah adat sejumlah suku yang hidup rukun dan berdampingan di Bengkalis. Bahkan ribuan masyarakat pun antusias meramaikan suasana ini.

Kondisi ini merupakan kegiatan Pawai Budaya sebagai salah satu agenda acara puncak sempena Hari Jadi ke-506 Bengkalis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, sekaligus menunjukkan bahwa kabupaten berjuluk Negeri Junjungan, selalu hidup dalam Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana semboyan Negara Indonesia, Selasa, 31 Juli 2018.

Suku-suku yang ikut berpartisipasi dalam Pawai Budaya ini, seperti Suku Aceh, Bugis, Minang, Suku Asli Bengkalis, Suku Lombok Nusa Tenggara Barat, Banjar, Batak, Tionghoa, Sunda, Jawa dan tak ketinggalan Suku Melayu. Kesemua suku ini memamerkan rumah-rumah adat masing-masing dalam memeriahkan Pawai Budaya sempena Hari Jadi ke-506 Bengkalis.

Pawai Budaya ini juga diisi ikrar tokoh dari masing-masing suku yang tergabung dalam paguyuban untuk menegaskan komitmen bersama dalam memajukan Bengkalis yang Bedelau alias bergerak dengan kemilau.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) H Bustami HY, melepas secara resmi kegiatan Pawai Budaya yang tetap berjalan meski hujan rintik-rintik membasahi para peserta pawai kala itu.

Pelepasan yang ditandai dengan menerbangkan balon keudara, dilakukan Sekda bersama anggota Forkopimda dan tamu kehormatan lainnya. Baru kemudian satu persatu peserta pawai berjalan melintasi panggung utama Lapangan Tugu.

Dalam sambutannya, Sekda mengajak kepada seluruh masyarakat Bengkalis, tak terbilang suku dan keyakinan untuk selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam membangun negeri ini.

“Kita adalah sama, Negara Kesatuan Republik Indonesai menyatukan kita dalam perbedaan suku dan budaya. Mari sama-sama kita pertahankan persatuan dan kesatuan yang selama ini telah terjaga dengan baik dinegeri ini,” tuturnya.

Melalui Pawai Budaya ini juga, Sekda mengharapkan kepada pada seluruh suku dan etnis di negeri ini agar tidak mudah diadu-domba dan dibenturkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Hal ini bisa memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah terbangun di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis.

(ron/ron)
Tags Pemkab Bengkalis
Komentar