20 Tahun RSUD Kota Dumai Menuju RS Pendidikan Kelas B

Advertorial Rabu, 10 April 2019 17:10 WIB
DUMAI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai genap berusia 20 tahun. Selama berdiri, berbagai pembenahan sudah dilakukan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Dumai maupun di luar Kota Dumai.

Sumber daya manusia (SDM) profesional dengan peralatan serba canggih hingga penanganan operasi sulit sudah tersedia dengan ruangan bertaraf internasional. Jika dibandingkan dengan rumah sakit lainnya RSUD Kota Dumai ini bisa dibilang tak kalah saing. 

Direktur RSUD Kota Dumai, dr Ferianto menyebut masyarakat Kota Dumai boleh berbangga. Sebab peralatan yang dimiliki RSUD sudah sangat lengkap dan canggih serta patut dibanggakan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan maksimal.

Selama 20 tahun RSUD terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk berbenah diri menyongsong visi RSUD. Seluruhnya berjalan lancar. 

Ia mengemukakan, dari sisi pelayanan pihaknya ingin melayani dengan spesialistik dan subspesialistik. Artinya dari sebelumnya SDM hanya spesialisasi biasa, menjadi spesialistik seperti dokter bedah, anak, penyakit dalam, dan lainnya menjadi lebih subspesialistik. 

"Artinya dapat mengobati yang lebih detail lagi dari keluhan pasien. Kami ingin menyentuh lebih dalam lagi dalam melayani keluhan pasien. Jadi level pelayanan bukan lagi sekunder tapi sudah di level tersier," kata Dirut RSUD.
Karenanya dr Ferianto mengajak seluruh pihak khususnya pejabat Pemko Dumai agar dapat menciptakan asumsi positif terhadap RSUD Kota Dumai. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut serta membangun bersama dari sisi pelayanan kesehatan dan rakyat dipersilakan mengkritisi lebih jauh bagi RSUD.

Ferianto menyadari memang dari berbagai hal masih jauh dari sempurna apa yang sudah dimaksimalkan dalam pembenahan RSUD. Namun dia mengajak mensyukuri apa yang dimiliki sehingga dapat bersama-sama mendorong apa-apa yang sudah dimulai dalam pembenahan RSUD Kota Dumai ke depan.

"Yakinlah, dokter-dokter kami ingin yang terbaik dalam melayani dan merawat pasien. Karena tentu lebih baik kita besar bersama di negeri kita dalam sisi kesehatan," katanya.

Baik pembangunan secara fisik melengkapi segala sarana prasarana serta meningkatkan skill kompetensi dan prilaku caring staff dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Berbagai program kemajuan dalam pelayanan serta mendekatkan diri kepada masyarakat Dumai khususnya pasien rumah sakit kurang mampu menjadi hal yang terus dilakukan RSUD Kota Dumai hingga kini. 

"Alhamdulillah, berkat upaya seluruh staff dan pihak yang ikut mendukung peningkatan kualitas layanan pada tahun 2018 RSUD Kota Dumai memperoleh izin operasional rumah sakit kelas B terstandarisasi akreditasi B dengan predikat paripurna," katanya. 
"Kami juga menargetkan untuk menjadi rumah sakit pendidikan yang diakui Kemenristekdikti. Pencapaian ini tentunya memacu semangat kami untuk berupaya lebih baik lagi sehingga mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu," jelas Ferianto.

Ferianto menyebut, saat ini managemen tengah mempersiapkan rumah sakit menjadi tempat pendidikan bagi calon dokter dan disiplin ilmu pengetahuan umum lain, karena dinilai sudah memenuhi penilaian. 

"RS pendidikan ini untuk tingkat provinsi Riau, meliputi tempat belajar calon dokter, para medis, penelitian, pelayanan pendidikan kedokteran, dokter gigi dan kesehatan multiprofesi lain," kata Ferianto baru ini pada pers.

Dijelaskannya, peningkatan di RSUD rujukan di Provinsi Riau ini agar mendapat kepuasan masyarakat, dan nanti RS pendidikan akan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab, dan sejumlah pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Riau.

Status tipe B akreditasi, lanjutnya, adalah syarat mutlak rumah sakit pendidikan dan Dumai adalah satu satunya rumah sakit kabupaten/kota di Riau, yang dinyatakan lulus dengan predikat paripurna oleh Kemenkes.

"Akhir 2018 ini diharap kita sudah dapat menyelenggarakan fungsi sebagai rumah sakit pendidikan. Dalam pelayanan medis, total jumlah ketenagaan sekitar 650 tenaga profesional, didukung 25 instalasi mulai dari IGD, kebidanan, kandungan, hemodialisa, farmasi, anastesi, ICU dan lain sebagainya," katanya.

Kemudian, terdapat 30 kepala ruangan yang bertugas menyelenggarakan berbagai kegiatan pekerjaan ditujukan untuk keperluan rumah sakit, sedangkan untuk perawatan medis ada 61 dokter dan spesialis, terdiri atas 34 dokter spesialis, 25 dokter umum dan 2 dokter gigi, ditambah juga 320 perawat dan 100 tenaga kebidanan.

(Advertorial)
Tags AdvertorialPemko DumaiRSUD Dumai
Komentar