• Home
  • Advertorial
  • Kepulauan Meranti Terus Gali Potensi Tambang dari Perut Bumi

Kepulauan Meranti Terus Gali Potensi Tambang dari Perut Bumi

Kamis, 06 Maret 2014 10:57 WIB
SELATPANJANG - Setelah melalui perjuangan yang panjang selama empat tahun mengurus izin ekspor, akhirnya, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir MSi melepas ekspor timah batangan pertama dengan ditandai pengguntingan pita dan pemecahan kendi diatas timah batangan yang akan dieskpor.

Dengan dilakukannya ekspor timah pperdana ini, Meranti memulai babak baru melakukan eksplorasi dan eksploitasi potensi tambang. Hal ini sesuai harapan dan keinginan masyarakat dan Pemkab kepulauan Meranti dalam mengoptimalkan mengolah potensi tambang timah. 

"Ekspor perdana timah hari ini, menjadi catatan sejarah bagi masyarakat dan Pemkab Meranti. Dengan ekspor perdana ini, juga menjadi jawaban keraguan banyak pihak bahwa Meranti memiliki tambang timah, dan proses peleburan bijih timah menjadi timah batangan," katanya. 

Keberhasilan yang diraih hari ini, kata Irwan, jelas tidak mudah harus dilalui dengan kerja keras dan berbagai tantangan. Empat tahun sudah harus berjuang, dan ini adalah jawaban dari penantian kerja keras tersebut. 

"Untuk itu patut kita syukuri atas karunia potensi tambang timah ini, semoga bisa kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Irwan pada sambutan acara pelepasan ekspor perdana timah batangan tersebut.

Irwan bersyukur apa yang dilakukan selama ini dalam mensukseskan usaha pertambangan timah di Kabupaten termuda di Riau itu membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. 

"Upaya untuk meyakinkan pemerintah dalam upaya memanfaatkan potensi sumber daya ala mini memang tidak mudah, Proses panjang harus dilalui, baik dalam mendapatkan IUP untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi tambang bijih timah," ungkapnya. 

Disisi lainnya, juga banyak pihak yang menyangsikan keinginan Pemkab Meranti untuk melakukan pengelolaan tambang bijih timah ini, karena selama ini tidak pernah terkuak adanya potensi tambang bijih timah di Meranti selama masih menyatu dengan Bengkalis. 

"Untuk itu, ekspor timah batangan ini merupakan jawaban dari semua keraguan tersebut. Dan kita semua pantas bersyukur atas keberhasian ini," ungkap orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Dikatakan dia, Kepulauan Meranti berhasil muai dan mengekspor 100 ton timah batangan. Dan ekspor selanjutnya, akan terus bertambah seiring dengan kemampuan PT WPJ dalam mengelola potensi tambang bijih timah di areal pertambangannya. 

"Mudah-mudahan dengan upaya ini, akan meniadi potensi untuk menambah pundi-pundi PAD bagi kepentingan pembangunan menuju Meranti yang lebih baik," beber Bupati saat melepas ekspor perdana timah bantangan.

Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bupati juga ketika itu menegaskan agar PT WPJ dalam mengolah potensi tambang bijih timah dan peleburannya, membangun kemitraan yang positif dengan masyarakat setempat. Tenaga kerja local di Topang, harus direkrut untuk bersama-sama dilibatkan. 

"Upaya ini tentunya sebagai komitmen PT WPJ dalam memberdayakan masyarakat, dengan demikian angka pengangguran di daerah ini bisa terserap secara maksimal," jelasnya. 

Demikian juga dangan masyarakat setempat, tambang bijih timah dan pabrik peleburan (shemelter red) merupakan asset yang harus dijaga. Bagaimanapun juga, dengan keberadaan industri ini akan turut menopang sumber PAD bagi daerah. 

"Kita harap dengan ini pengangguran bisa diatasi dengan maksimal. Perusahaan harus bermitra dengan baik ke masyarakat, sehingga manfaat perusahaan dapat dinikmati dengan baik pula oleh masyarakat," katanya.***(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Advertorial
Komentar