Gawad, Produksi Sampah di Selatpanjang Tembus 10 Ton

Kamis, 06 Maret 2014 11:07 WIB

SELATPANJANG - Kepala Dinas Pasar- Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Teddymar mengatakan produksi sampah di Selatpanjang perhari  rata-rata mencapai 8 hingga 10 Ton. 

Angka itu dalam  kondisi normal. Jika pada perayaan hari keagamaan seperti hari raya Idul Fitri atau Tahun Baru Imlek, angka itu bisa mencapai 12 ton/ hari, bahkan bisa lebih. 

"Produksi sampah itu diperoleh dari beberapa pasar yang ada, yakni pada Pasar Sandang Pangan, Pasar di Jalan Pelabuhan dan Pasar Pagi di Jl Banglas dan Jalan Imambonjol,”ujar Teddymar di Selatpanjang, kemarin.

Dijelaskannya adapun armada kebersihan yang dimilikinya  saat ini yakni kenderaan gerobak Bajai 15 unit, truck angkutan sampah  dan mobil pik up sebanyak 7 unit,  dengan tenaga kebersihan sebanyak 400 personil. 

"Dimana 275 diantaranya bekerja di pusat kabupaten atau ibukota Kecamatan Tebingtinggi. Sebab umumnya produksi sampah terbesar  terdapat di Selatpanjang," katanya kepada sejumlah awak media di Selatpanjang. 

Sedangkan petugas sampah, kata dia, sebanyak 275 personil yang  mengerjakan berbagai  pekerjaan rutin setiap harinya mengangkut sampah. Seperti tukang sapu jalan, penggali parit  atau saluran yang tersumbat, dan tenaga di bagian pertamanan. 

"Sementara sebanyak 125 tenaga lainnya ditempatkan di berbagai kecamatan. Baik sebagai tenaga pengawasan atau pengelola pasar, maupun tenaga kebersihan termasuk bidang pertamanan," bebernya. 

Diharapkan Teddy, kepada masyarakat jangan melihat jumlah personil yang akan melakukan pembersihan sampah setiap harinya  di Selatpanjang. Namun seluruh  masyarakat diharapkan agar dapat membantu tugas kebersihan tersebut.

"Jika dibanding dengan jumlah masyarakat yang memproduksi sampah setiap harinya, sangat tidak sebanding dengan jumlah tenaga kebersihan itu. Untuk itulah diharapkan agar seluruh masyarakat dapat membantu upaya kebersihan yang akan kita galakkan itu," harapnya. 

Dijelaskan dia, artinya jika kebersihan itu hanya dibebankan kepada petuga kebersihan saja, maka kebersihan itu akan sulit didapatkan. Kalau masyarakat tetap membuang sampah secara sembarangan, maka 10 ribu orangpun pertugas tidak akan mampu membuat bersih kota. 

"Untuk itu kita sangat berharap kepada para orangtua, kepada kalangan pendidik di sekolahan agar sejak  dini dapat mengajarkan kepada anak-anak kita untuk berprilaku teratur dan tertib," jelasnya.

Teddy tidak terlalu berharap masyarakat sendiri yang akan mengantarkan sampah ke TPA,  namun hanya berharap agar masyarakat yang memproduksi sampah tersebut dapat menaroknya di tempat-tempat yang tekah disediakan. 

"Jikapun tempatnya masih belum tersedia, diharapkan agar sampah itu dimasukkan ke dalam kentong plastik lalu diikat  agar jangan tumpah atau beserakan  di jalan. Lantas ditarok pada tempat yang akan di lintasi truck pengangkut sampah itu," pungkasnya.***(hkc/fan/roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Lingkungan
Komentar