• Home
  • Advertorial
  • Urus Izin Tanpa Ribet dengan Aplikasi e-Pinter DPMPSP Bengkalis

Urus Izin Tanpa Ribet dengan Aplikasi e-Pinter DPMPSP Bengkalis

Advertorial Kamis, 18 April 2019 14:10 WIB
BENGKALIS - Perizinan berusaha yang lambat, rumit, berbelit-belit, dan tidak standar kini sudah menjadi lagu lama. Pada zaman now ini, perizinan berusaha lebih mudah. 

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis guna memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat dan pelaku usaha untuk mengurus perizinan dan non perizinan.

Dalam pelayanan perizinan, Pemkab Bengkalis melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Kabupaten Bengkalis telah membangun aplikasi perizinan yaitu Elektronik Pelayanan Perizinan Terpadu atau disingkat e-Pinter.

Aplikasi ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Bengkalis dan pelaku usaha. Agar lebih nyaman diakses, DPMPSP Kabupaten Bengkalis mengembangkan aplikasi tersebut secara online dan penambahan beberapa modul perizinan. 

Pengembangan aplikasi e-Pinter memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini mengurus perizinan secara manual dengan datang langsung ke Kantor DPMPSP dan menghabiskan waktu dan biaya. 

Layanan aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan pemohon dan penerima layanan dengan mengakses website http://dpmpsp.bengkaliskab.go.id lalu mengklik gambar perizinan online (e-Pinter) atau http://epinter.bengkaliskab.go.id. 

Pemohon harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran/registrasi dengan memasukkan data sesuai identitas yang berlaku dan alamat email yang aktif, kemudian e-Pinter akan mengirimkan username dan password ke email pemohon, sehingga pemohon dapat login ke Aplikasi e-Pinter dan mengajukan permohonan perizinan yang diinginkan.
 
Kepala Dinas PMPSP Kabupaten Bengkalis, Basuki Rahmad, AP, M.Si didampingi Kepala Bidang Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Pelayanan, Hj. Eldawati menjelaskan, keberadaan dan pengembangan Aplikasi e-Pinter ini juga untuk mendukung tugas pokok fungsi (Tupoksi) DPMPSP. 
Tidak hanya mudahnya mengurus perizinan akan tetapi masyarakat atau pelaku usaha yang merasa dirugikan, dapat langsung menyampaikan keluhan melalui layanan pengaduan. 

“Adanya Aplikasi e-Pinter ini masyarakat bisa mengajukan permohonan secara online dan tidak perlu datang ke kantor untuk mendaftarkan perizinan, kemudian pemohon juga bisa mengecek status perizinan setiap saat," katanya. 

Ditambahkannya, masyarakat juga dapat mengetahui apabila permohonan perizinannya ditolak atau diterima, serta SMS perizinan telah selesai dan dapat diambil. Kemudian masyarakat juga bisa menyampaikan keluhannya.

Mantan Camat Mandau ini menjelaskan, layanan Aplikasi e-Pinter baik perizinan maupun non perizinan serta layanan pengaduan berbasis web, diharapkan meningkatkan kemampuan dan kinerja DPMPSP Kabupaten Bengkalis. 

Sasaran utamanya adalah, dalam penyelenggaraan pelayanan publik dapat tercapai secara optimal. Karena informasi dan layanan yang diberikan dapat diakses secara online kapan saja dan dimana saja melalui media internet. 

Basuki menegaskan, salah satu tugas pemerintah yang menjadi tuntutan masyarakat adalah terselenggaranya pelayanan publik yang baik dan tidak ribet setiap mengurus izin usahannya. 
"Perizinan merupakan salah satu wujud pelayanan publik yang sangat menonjol dalam tatanan pemerintahan dan harus terus dibenahi serta ditingkatkan secara kualitas," ucapnya. 
 
"Kemajuan teknologi yang pesat serta potensi pemanfaatannya yang luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat," tambahnya. 

Kemudian, upaya ini juga sejalan dengan Visi dan Misi Bupati Bengkalis Amril Mukminin, “Terwujudnya Kabupaten Bengkalis sebagai Model Negeri Maju dan Makmur di Indonesia”. 

Yaitu, terwujudnya pemerintahan yang berwibawa, transparan dan bertanggungjawab serta melaksanakan kepemimpinan dengan bijak, berani dan ikhlas. 

Merealisasikan prioritas pembangunan daerah, yakni pemantapan birokrasi dan kelembagaan daerah yang profesional, dan berintegritas. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan ekonomi daerah.

“Sekali lagi, Aplikasi e-Pinter adalah untuk mempermudah masyarakat, dan untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat terhadap produk perizinan. Sesuai dengan motto kita, Ramah (Responsif, Akuntabel, Melayani, Arif dan Harmonis, red),” imbuh Sekretaris DPMPSP ini. 

Kepala Bidang Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Pelayanan, Hj. Eldawati, Aplikasi e-Pinter yang sudah dibuka, selanjutnya ada format pendaftaran perizinan online. 

Bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pemohon bisa secara mandiri dan bisa menggunakan jasa Front Office (FO) Kantor DPMPSP Kabupaten Bengkalis. 

Selain dari pengurusan perizinan dengan Aplikasi e-Pinter, bisa juga melalui Sistem Perizinan Terintegrasi Secara Online atau Online Single Submission (OSS). Dengan sistem OSS, perizinan paling lama akan memakan waktu 60 menit. Pengajuan dapat dilakukan melalui situs web www.oss.go.id atau datang langsung ke OSS Lounge atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 

Saat ini, Kemenko Perekonomian telah membuat OSS Lounge yang diharapkan dapat menjadi standar di semua PTSP. Dalam OSS Lounge ini terdapat pelayanan mandiri, pelayanan berbantuan, pelayanan prioritas, konsultasi umum investasi dan klinik berusaha.

Bukan hanya kecepatan dalam waktu pengurusan, dengan OSS, sudah ada standar perizinan dan prosesnya dikawal oleh satuan tugas nasional. Karena terintegrasi secara elektronik, perizinan berusaha pun dapat diakses di mana saja dan kapan saja. 
Sejak diresmikannya perizinan usaha melalui sistem perizinan tunggal secara Online Single Submission (OSS) oleh pemerintah pusat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai melakukan berbagai langkah untuk menerapkan OSS secara maksimal.

Penerapan OSS secara maksimal merupakan upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Dumai. Sistem OSS hadir dalam rangka pelayanan perizinan berusaha yang berlaku di semua Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia, yang selama ini dilakukan melalui Perizinan Terpadu Satu Pintu.

Sedangkan khusus untuk e-Pinter, Eldawati menyontohkan, seperti pengurusan perizinan kesehatan. Pemohon bisa menyampaikan secara mandiri dengan menginput data-data atau syarat yang diperlukan untuk kemudian diajukan.

“Jika pemohon datang sendiri ke kantor layanan pihak FO juga bisa membantu, setelah itu bisa diisi formulirnya. Data yang diisikan oleh FO dibantu dengan berkas yang pemohon bawa, formulir yang harus diisi, kelengkapan yang harus dilampirkan dengan cara discan,” paparnya. 

Setelah semua diisi, maka akan dikirim ke tahap pertama dari FO menuju Back Office (BO). Dari BO ini ada login tersendiri untuk dilakukan verifikasi berkas yang dilampirkan. 

Nah, apabila dari pendaftaran secara mandiri, pemohon juga harus mengisi form yang sudah ditentukan. Lalu dikirim ke BO untuk diverifikasi. Kemudian, data yang masuk akan dicek termasuk apakah ada catatan atau tidak. 

Jika dinyatakan lengkap, permohonan bisa diproses ke jenjang berikutnya hingga terbit perizinan. Begitu juga sebaliknya jika dokumen persyaratan yang dilampirkan tidak lengkap maka akan ditolak atau dikembalikan ke pemohon. 

Jalur mandiri akan diinformasikan secara manual atau nomor telepon yang aktif. Untuk proses yang dibantu oleh FO, berkas yang diserahkan akan di cek keasliannya oleh BO,” ujarnya lagi. 

Terkait dengan izin yang sudah diterbitkan melalui Aplikasi e-Pintar ini, pemohon atau masyarakat yang melakukan pengambilan harus membawa berkas atau dokumen asli sesuai persyaratan yang dilampirkan. Selanjutnya kembali akan dicek atau verifikasi secara intensif agar tidak terjadi kekeliruan.

Sebagai data pendukung, saat ini total investasi di Kabupaten Bengkalis tahun 2018 (Januari-Desember), baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1.941.742.320.000.

Sesuai data yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, total investasi tersebut terbesar ketiga setelah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kota Dumai. 

Namun dari sisi jumlah proyek investasi, Bengkalis lebih besar dibandingkan Inhil yang hanya 99 proyek. Sedangkan Bengkalis sebanyak 135 proyek. 

“Berdasarkan jumlah proyek investasi, Bengkalis juga berada diurutan ketiga setelah Dumai dan Pekanbaru yang masing-masing 179 dan 172 proyek,” jelas Basuki Rakhmad, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Kabupaten Bengkalis. 

Masih menurut mantan Camat Mandau ini, total Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terserap sebanyak 2.339 orang dan Tenaga Kerja Asing (TKA) hanya 1 orang.

Dijelaskannya, keberhasilan berada pada peringkat ketiga tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Riau yang langsung diterimanya. 

Masih menurut Basuki, forum tersebut bertujuan untuk mensinergikan arah kebijakan prioritas pembangunan Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota di bidang investasi dan PTSP. 

“Sekaligus menyelaraskan rencana kerja awal tahun 2020 dengan usulan program dan kegiatan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota dan pemangku kepentingan lainnya di bidang investasi. Tentu termasuk dengan DPMPSP Kabupaten Bengkalis,” jelasnya.

Sesuai kebijakan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Basuki mengatakan, pihaknya akan memberikan kemudahan kepada calon investor yang ingin menanamkan modalnya di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. 
Masih kata Basuki, pihaknya sudah berkomitmen melayani investor dengan cara menyajikan informasi yang akurat tentang perizinan, nonperizinan, potensi ekonomi, dan sektor-sektor yang diunggulkan. 

“Sesuai misi kedua Kabupaten Bengkalis 2016-2020, kami siap untuk melayani dan memfasilitasi semua pihak yang berminat untuk melakukan pengurusan perizinan dan nonperizinan serta untuk menanamkan modalnya dan melaksanakan kegiatan bisnis di Kabupaten Bengkalis, bekerja sama membangun yang berkelanjutan dan berawasan lingkungan,” tegas pria berkacamata ini.

Adapun misi kedua yang dimaksudkan Basuki tersebut adalah "Terwujudnya Pengelolaan Seluruh Potensi Daerah dan Sumber Daya Manusia untuk Kemakmuran Rakyat".

DPRD Bengkalis Apresiasi Aplikasi E-Pintar DPMPSP

Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir terus mendorong inovasi perbaikan dan peningkatan pelayanan perizinan yang sedang dijalankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Bengkalis melalui aplikasi epintar.

''Aplikasi epintar DPMPSP sangat memudahkan pengurusan izin tanpa ribet dan datang ke kantor. Oleh karena itu, kami mendorong agar pelayanan versi online ini terus ditingkatkan dan dimaksimalkan," kata Abdul Kadir.

Dijelaskanya, aplikasi epinter ini merupakan salah satu bentuk reformasi DPMPSP Bengkalis dalam pelayanan publik untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik yang transparan, efisien dan tepat waktu. 

"Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengurus izin akan berdampak pada perbaikan pendapatan asli daerah guna membantu kelancaran pembanggunan kabupaten bengkalis yang sama-sama kita cintai ini,'' jelasnya.

Diharapkannya, agar jajaran aparatur DPMPSP Bengkalis senantiasa meningkatkan kinerja dan koordinasi antar Satuan Organisasi Perangkat Daerah sehingga semakin memantapkan kinerja dalam melaksanakan pelayanan perizinan.

''Kami harapkan dalam memberikan pelayanan perizinan kepada masyarakat melalui versi online ini bisa menjadi tolak ukur kemajuan pembangunan bagi Negeri Junjungan ini," ujarnya.

Aplikasi E-Pinter DPMPSP Solusi Tepat Permudah Urus Izin

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis, Masuri, SH mengapresiasi langkah pemerintah Bengkalis dalam memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk mengurus izin melalui aplikasi epinter yang dibuat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Kabupaten Bengkalis.

"Jelas ini sangat mempermudah masyarakat atau pelaku usaha untuk berinvestasi di Bengkalis. Dengan lahirnya aplikasi epinter ini secara otomatis mampu memangkas waktu birokrasi yang berbelit dan lama serta mampu memangkas keberadaan aksi percaloan," jelas Masuri kepada media ini.

Menurut Masuri, aplikasi pengurusan izin sistem online ini tentunya sudah dirancang dengan mengikuti perkembangan zaman dan untuk mempermudah pengurusan izin bagi masyarakat lokal maupun calon investor yang ada di luar Kabupaten Bengkalis.

"Kami berharap aplikasi online ini bisa meningkatkan iklim investasi di daerah ini. Sistem online adalah aplikasi yang dibangun untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan perizinan. Aplikasi yang dibangun dalam rangka mempercepat dan mempermudah proses di dalam penyelenggaraan pemerintahan, guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," ujarnya. 

(Advertorial)
Tags Bupati BengkalisDPRD BengkalisEpinterPemkab Bengkalis
Komentar