Bentuk Komitmen Perusahaan

Wilmar Group Salurkan Buku Bacaan di Perpus Intan Payung

Sabtu, 24 Januari 2015 12:23 WIB
FOTO: GM Wilmar Group Dumai-Pelintun Tanmin menyerahkan secara simbolis buku bacaan kepada pendiri Perpustakaan Intan Payung di Sekolah Alam Bandar Bakau, Darwis Muhammad Saleh yang disaksikan langsung Lurah Pangkalan Sesai Al Gazali. (foto: istimewa)
DUMAI - Komitmen perusahaan Wilmar Group terhadap lingkungan dan dunia pendidikan nampaknya semakin mantap setiap tahunnya. Kalau sebelumnya banyak membangun saranan umum, kini perusahaan Wilmar membantu buku untuk perpustakaan Intan Payung di Sekolah Alam Bandar Bakau, di Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Sabtu (24/1/15)  pagi.

Penyerahan buku dengan total 150 judul tentang lingkungan dan bisnis itu secara langsung diserahkan General Manager (GM) Wilmar Group Dumai-Pelintung Tanmin ke M Darwis, selaku pendiri Perpustakaan Intan Payung di Sekolah Alam Bandar Bakau. Buku yang diserahkan itu, diharapkan dapat memotivasi pembaca mulai dari tingkat anak-anak hingga dewasa.

"Kita harapkan buku ini bisa memotivasi pembaca di perpustakaan Intan Payung ini bagaimana menjadi wirausaha yang sukses. Setelah sukses, bagaiman kontribusinya terhadap lingkungan disekitarnya. Inilah bentuk kontribusi perusahaan terhadap lingkungan di seketiar dan masyarakat. Buku ini kita sumbangkan melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan tahun anggaran 2014," ujar Tanmin.

Dikatakan Tanmin, perusahaan Wilmar Group selalu berkomitmen kepada masyarakat di sekitaran lokasi industri, disalurkan bantuan yang dituang melalui program CSR yang dilakukan setiap tahunnya. Program penyaluran CSR itu sendiri dilakukan perusahaan dengan berbagai macam bentuk, mulai membantu sekolahan, lingkungan masyarakat dan berbagai macam bentuk yang dikemas sebagaiman harapan masyarakat.

"Mungkin banyak perusahaan industri di Dumai ini, tapi untuk kegiatan seperti ini saya kiri masih sangat minim. Oleh sebab itulah, Wilmar selalu terbuka dan menampung segela sesuatu keluhan masyarakat dan dari dana CSR itulah kita menyalurkan bantuan itu. Saya kira, bantuan ini belum seberapa di mata masyarakat, tapi kami dari Wilmar Group akan terus berkomitmen dalam hal ini," ungkap GM Wilmar Group Tanmin, mengyudahi.

Lurah Pangkalan Sesai Al Gazali, mengucapkan terimakasih kepada perusahaan Wilmar Group yang sudah membantu buku bacaan untuk Perpustakaan Intan Payung, yang merupakan bagian dari Sekolah Alam Bandar Bakau ini. Selain mengucapkan terimakasih kepada Wilmar, Al Gazali, mengharapkan kepada pengurus Perpus untuk terus mengkampanyekan peminat baca di Kota Dumai.

"Perusahaan seperti ini yang harus diapreseasi karena sudah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Selain membantu sarana umum lainnya, Wilmar juga ikut andil dalam menciptakan Sumber Daya Manusia handal dengan cara menyalurkan buku bacanaan tentang peduli lingkungan dan wirausaha. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi perusahaan lainnya di Dumai," ujarnya singkat.

Darwis Muhammad Saleh, selaku penggagas Sekolah Alam Bandar Bakau mengucapkan terimakasih atas kepedulian perusahaan Wilmar yang sudah menyerahkan bantuan berupa buku bacaan ke Perpustaan Intan Payung ini melalui dana CSRnya. Diharapkannya, dengan adanya buku bacaan ini kiranya bisa menjadi motivasi pembaca yang selaku berkunjung ke Sekolah Alam Bandar Bakau.

"Mudah-mudahan buku ini menjadi motivasi pembaca yang selalu rutin berkunjung di sini. Saya harapkan lagi, kiranya ke depan perusahaan Wilmar untuk selalu berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat. Tidak hanya di dunia pendidikan, tapi bantuan prasaranan umum lainnya. Istilah kata, ada kontribusi baik antara perusahaan dan masyarakat," ucapnya.

Dijelaskasnya, mengapa Sekolah Alam Bandar Bakau ini mendirikan Perpustakaan Intan Payung, karena menurutnya, pengembangan perpustakaan belakangan ini dil ihat bahwa perkembangan perpustakaan di kota sangat jauh menurun. Namun, dengan Perpustakaan Intan Payung ini mudah dijangkau masyarakat baik itu tempat sekitar maupun di luar Sekolah Alam Bandar Bakau.

"Kita mengharapkan bantuan pihak Wilmar dapat berkelanjutan dan sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan SDM. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik bagi peminat baca di daerah ini. Saya mendirikan ini dengan tujuan membuat mereka lebih dekat dengan alam. Bahkan akrab dengan Hutan Magrove yang ada di tepi Pantai Dumai ini," harapnya.

Dengan demikian, mereka bisa bersahabat dan lebih dekat dengan alam. Bahkan, setiap pekan mereka bebas meluapkan ekspresi, sembari mengasah kreatifitas. Bukan gedung sekolah yang mereka jadikan tempat belajar. Tapi sebuah hutan bakau yang lokasinya berada di pinggiran kota terbesar di Indonesia itu. Lokasi sekolah itu, berada di Kampung Kedondong, Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai. 

Darwis menceritakan, sekolah itu awalnya digagas karena keinginannya untuk membuat anak-anak di Dumai lebih nyaman dengan nuansa alam. Bukannya akrab dengan asap kendaraan bermotor dan dari pabrik di kota yang pernah jadi bagian Bengkalis tersebut. Untuk mewujudkan keinginannya, dia pun mulai menggagas Taman Bacaan Kampung Intan Payung (kini Perpustakaan Intan Payung).

Kala mengelola taman bacaan itu, Darwis bersama beberapa rekannya pun membuat lokasi itu jadi nyaman. Maka secara swadaya ia menyediakan makanan ringan dan minuman bagi anak-anak yang hendak menikmati buku bacaan di sana. Dan akhirnya, perusahaan Wilmar Group ikut menjadi bagian dalam menyelaraskan visi dan misi dan membantu mengembangkan Perpustakaan Intan Payung ini.

(adv/adv)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Advertorial
Komentar