• Home
  • Ekbis
  • BPOM Pekanbaru Temukan Minuman Kemasan Hampir Kadaluarsa di Hypermart

BPOM Pekanbaru Temukan Minuman Kemasan Hampir Kadaluarsa di Hypermart

Senin, 21 Desember 2015 22:03 WIB
Disperindag dan BBPOM Riau melakukan sidak ke Hypermart di Mal SKA, Pekanbaru. Sejumlah minuman yang hampir kadaluarsa, diminta segera ditarik dari rak pajangan.
PEKANBARU - Disperindag Provinsi Riau bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru lakukan rajia dan sidak ketersediaan sembako, menjelang Natal dan Tahun Baru. Beberapa produk makanan dan minuman yang ada di Hypermart Mal Ska hampir kadaluarsa, diminta ditarik dari rak pajangan. 

Beberapa bahan makanan dan minuman yang hampir habis masa kadaluarsanya itu, diantaranya susu stobery dalam kemasan yang hanya masa berlakunya tinggal empat sampai tiga hari. 

"Inikan harusnya sudah ditarik, karena khawatirnya begitu dibeli pembeli biasanya disimpan lagi dalam kulkas berhari-hari," kata Kepala BBPOM Pekanbaru Indra Ginting, didampingi Kadisperindag Provinsi Riau M Firdaus yang memimpin kegiatan tersebut, Senin (21/12/15). 

Selain itu, Ginting juga mempertanyakan bahan makanan berupa bakso yang terpasang dilemari pendingin, tapi tak diberi label halal termasuk keterangan dari bahan daging apa terbut. 

"Saran saya bakso ini diberi label. Jangan dipasang begini saja," ungkap Ginting lagi. 

Selain hypermart, kedua instansi ini juga melakukan sidak ke sejumlah gudang stok makanan dan SPBU, target dalam sidak ini untuk mengetahui peredaran barang tanpa izin dan makanan serta minuman yang tidak memiliki izin edarnya. 

Sidak yang dilakukan Disperindag bersama BBPOM ini bagian dari persiapan menghadapi natal dan tahun baru dalam perlindungan terhadap konsumen. 

Kadisperindag Provinsi Riau M Firdaus mengatakan melalui kegiatan sidak tersebut juga dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan sembako menjelang natal dan tahun baru. 

Melalui beberapa sidak itu, Firdaus menjamin tidak ada masalah dengan stok sembako. Kalau pun ada kenaikan harga, tidak berpengaruh signifikan. 

"Ketersediaan cukup. Mengenai harga relatif harga. Ada beberapa naik diantara sembako, cabe 12,5 persen dan bawang 30 persen," ujar Firdaus. 

Ada pun terkait sidak ke hypermart Mal Ska tersebut, Firdaus mengingatkan kembali agar pihak pengelola swalayan agar memperbaiki hal-hal yang diangap perlu dilakukan. Termasuk diantaranya, harga yang terpasang dibeberapa produk makanan yang ukuran mata uang rupiahnya tidak ada kembaliannya. 

Misalnya, harga yang tercantum pada minuman kemasan fiesta siomay dengan harga Rp90.497 rupiah. Kemudian pada minuman kemasan fiesta crispy burger dengan harga Rp33.962. 

Meski tidak terlihat masalah, namun bagaimana pun sedikit banyak konsumen akan merasa dirugikan, karena pengembalian itu biasanya tak hitung dalam bentuk pengembalian. Anehnya, persoalan itu sudah pernah disampaikan ke pihak pengelola hypermart namun tak dilakukan perbaikan. 

Menanggapi hal itu, Albertus Sigit, Manager Harian hypermart menyatakan siap menerima masukan. Hal-hal yang dianggap perlu diperbaiki, akan segera dievaluasi.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar