BPS Sebut Impor Hasil Minyak Riau Naik 522,10 Persen
Jumat, 05 September 2014 15:35 WIB
PEKANBARU - Badan Pusat Statistik menyatakan nilai impor Provinsi Riau pada Juli 2014 melonjak, terutama karena meningkatnya impor hasil minyak yang mencapai 522,10 persen.
"Nilai impor Riau bulan Juli 2014 mencapai 155,73 juta dolar AS atau naik sebesar 32,19 persen dibanding impor Juni 2014 yang mencapai 117,81 juta dolar AS. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya impor hasil minyak sebesar 522,10 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Riau Zulkifli di Pekanbaru, Jumat.
Impor hasil minyak pada Juni 2014 mencapai 6,74 juta dolar AS, dan melonjak jadi 41,96 juta dolar AS pada bulan Juli. Namun, ia mengatakan BPS tidak mengetahui untuk apa impor hasil minyak tersebut.
"Kami hanya mencatat impor yang masuk lewat pelabuhan, tujuannya kemana dan oleh siapa tidak ada," katanya.
Meski begitu, ia mengatakan secara kumulatif nilai impor Riau Januari-Juli 2014 sebesar 1,02 miliar dolar AS dan turun 7,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar 1,10 miliar dolar AS.
Selain itu, impor hasil minyak juga turun 34,20 persen pada Januari-Juli 2014 yang sebesar 162,42 juta dolar AS dibandingkan dengan Januari-Juli 2013 yang besarnya 246,85 juta dolar AS.
Pada Januari-Juli 2014, impor nonmigas didominir oleh Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar 339,60 juta dolar AS atau menyumbang 39,65 persen.
Diikuti Pupuk 188,82 juta dolar AS (22,05 persen), Mesin/Peralatan Listrik 45,60 juta dolar AS (5,32 persen), dan Bubur Kayu (Pulp) 38,02 juta dolar AS (4,44 persen).
"Kontribusi keempatnya mencapai 71,47 persen terhadap nilai impor nonmigas," katanya.
Impor nonmigas Riau selama Januari-Juli 2014 dari Tiongkok mencapai angka terbesar yaitu 248,19 juta dolar AS yang mencapai 28,98 persen dari total impor. Diikuti oleh Kanada 141,26 juta dolar AS (16,49 persen), Malaysia 113,24 juta dolar AS (13,22 persen), dan Amerika Serikat 41,33 juta dolar AS (4,83 persen).
Kontribusi keempatnya mencapai 63,53 persen terhadap keseluruhan impor nonmigas," ujarnya.
Menurut golongan penggunaan selama Januari-Juli 2014, impor barang konsumsi sebesar 106,94 juta dolar AS, bahan baku/penolong 700,91 juta dolar AS, dan barang modal 210,96 juta dolar AS.
Sedangkan impor barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal turun masing-masing 35,75 persen, 0,25 persen dan 8,61 persen.***(ant-din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

