Bupati Bengkalis Komentari Kenaikan Premium Eceren
Kamis, 06 November 2014 15:39 WIB
BENGKALIS : Kendati pemerintah baru berencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, namun pada kenyataannya sudah berdampak di masyarakat, khususnya di Kabupaten Bengkalis.
Buktinya, harga premium eceran di Bengkalis sudah melambung tinggi dari sebelumnya Rp 7.000 – Rp 7.500 per liter, kini sudah naik menjadi Rp 9.000 per liter.
Terkait tindakan para pengecer yang memanfaatkan isu kenaikan BBM subsidi ini membuat Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh, angkat bicara ke publik.
Dia mengatakan sudah mengetahui informasi itu melalui sejumlah media. Herliyan yang saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Barat, sangat menyayangkan hal itu terjadi.
"Seharusnya tidak boleh demikian. Siapapun dan dengan alasan apapun tidak dibenarkan menaikkan harga BBM subsidi secara sepihak, sebelum ada ketentuan resmi dari pemerintah," ujar Herliyan melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis Johansyah Syafri, Kamis (6/11/2014).
Terkait dengan adanya kenaikan sepihak di tingkat pengecer tersebut, Herliyan mengatakan sudah menginstruksikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Kemudian, segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan, sehingga siapapun tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sebelum adanya pengumuman resmi dari pemerintah.
Mengenai stok BBM, sesuai laporan yang diterimanya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ketersediaannya aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik.
"Tidak perlu menimbun BBM di rumah. Selain membahayakan keselamatan, tindakan menimbun BBM itu juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan," tutupnya.
(ias/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kejati Riau Berhasil Tangkap PNS Pemilik Rekening Gendut
-
Hukrim
Mobil Tangki Pengangkut Biodiesel Pertamina Diduga Kencing Minyak
-
Ekbis
Pemerintahan Sebelum Jokowi Hambat Pembangunan Kilang Baru?
-
Hukrim
Terdakwa TPPU Rp1,2 Triliun Divonis Bebas, Kejari Pekanbaru Susun Kasasi
-
Hukrim
Minyak Mentah Chevron Operasional Dumai Kembali Dicuri
-
Ekbis
Empat Desa di Kabupaten Meranti Belum Dapat Alokasi BBM

