Chevron Mengaku Belum Tahu Soal Pertamina Kelola Block Siak
Sabtu, 23 November 2013 09:08 WIB
PEKANBARU - Empat hari menjelang habisnya perijinan pengelolaan block Siak oleh PT Chevron Pacifik Indonesia, kepastian pengelola block Siak pengganti Chevron belum ada. Bahkan Chevron sendiri hingga kini belum mengetahui keputusan pusat dalam pengelolaan block Siak selanjutnya.
Namun, informasi yang berkembang saat ini adalah munculnya nama perusahaan nasional yang akan menggantikan Chevron untuk mengelola ladang minyak dengan kapasitas 1.600 hingga 2.000 barel perday ini. Nama perusahaan yang akan mengelola block Siak adalah Pertamina.
Informasi tersebut muncul dari statement Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, M Afdhal Bahaudin, yang menyatakan sudah mengajukan Pertamina dalam pengelolaan block Siak yang sebelumnya dikelola Chevron.
Hal itu diperkuat Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (Migas), Elan Biantoro. Ia menyarankan kepada pemerintah untuk memberikan kontrak kerja Blok Siak ke perusahaan nasional.
Terkat dengan hal itu, Manager Komunikasi PT Chevron, Tiva Permata Sabtu (23/11/13) mengatakan bahwa, sejak beberapa waktu lalu Chevron telah bersiap dengan berbagai kemungkinan.
Menurutnya, memiliki komitmen untuk terus bermitra dan berinvestasi di Indonesia. Chevron juga percaya bahwa pemerintah akan memberikan putusan yang terbaik bagi bangsa dan negara ini.
"Sejauh ini, kami belum mendapatkan informasi tentang putusan pemerintah sehubungan dengan pengelolaan blok Siak setelah kontrak selesai," terangnya.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

