• Home
  • Ekbis
  • Harga Anjlok, Dewan Prihatin Nasib Petani Karet di Meranti

Harga Anjlok, Dewan Prihatin Nasib Petani Karet di Meranti

Rabu, 15 Oktober 2014 17:30 WIB

SELATPANJANG - Beberapa waktu belakangan ini harga karet di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah berada di bawah Rp 5 ribu perkilogram, padahal pada 2013 lalu, harganya sempat menyentuh Rp 10-12 ribu perkilogram. Jadi anjloknya sudah lebih 50 persen.

Kondisi ini sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir. Praktis membuat resah masyarakat petani. Sebab sebagian pengasil  masyarakat Kabupaten kepulauan Meranti  masih menjadikan perkebunan karet tumpuan ekonomi mereka .

Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Basiran, mengaku sudah sempat melacak kebenaran keluhan para petani tersebut dan terbukti di tingkat petani harga karet kini sudah berada di bawah Rp 5 ribu perkilogram.

"Saya jelas miris mendengarnya dan sangat khawatir sekali terhadap kondisi keberlangsungan hidup kalangan petani karet. Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah setempat agar cepat mencarikan solusi tepatnya," ujar Basiran, Rabu.

Kondisi turunya harga ojol ini membuat kebinggungan bagi masyarakat petani karet yang kini harganya terus beranjak turun. "Ada apa ini? Saya melihat ada sesuatu yang janggal dan patut untuk ditelusuri persoalannya," ujar Basiran.

Ia sadar betul keresahan para petani karet tersebut, karena beberapa waktu belakangan, kebutuhan pokok mulai beranjak naik, menyusul akan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Itu artinya kebutuhan sudah tidak lagi sebanding dengan pendapatan.

Untuk itu, dia minta pemerintah menjelaskan apa penyebab lesunya harga karet tersebut dan mencari jalan keluarnya, baik itu pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat. 

"Lalu sampai kapan kondisi ini akan terus berlangsung. Kasian kita kepada para petani yang menumpukan kehidupannya dari karet. Apakah ini memang ada permainan pabrik atau tengkulak," tanyannya. 

Menurutnya, ini yang mesti diuraikan dan diperjelas kepada masyarakat. Sebab sebagian masyarakat meranti  mengandalkan sektor perkebunan karet,  di 9 kecamatan yang ada di kabupaten kepulauan meranti.

Ia juga akan minta kepada anggota dewan yang membidangi sektor ekonomi untuk segera melakukan langkah-langkah, termasuk di antaranya memanggil dinas terkait (jika memang dibutuhkan) untuk mencari jalan keluarnya.

"Saya yakin, kawan-kawan di DPRD meranti yang membidangi sangat peduli terhadap hal-hal yang memang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Untuk itu diperlukan koordinasi yang baik dengan satker terkait. Semoga ada jalan keluar terbaik," harapnya. (Roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar