• Home
  • Ekbis
  • Harga Sembako Merangkak Naik di Dumai

Harga Sembako Merangkak Naik di Dumai

Minggu, 30 November 2014 17:57 WIB
DUMAI : Harga sejumlah bahan makanan pokok, seperti telur ayam dan telut bebek di Kota Dumai saat ini mengalami kenaikan.

Kenaikan harga telur ayam dan bebek dipicu oleh berbagai sebab, seperti kenaikan harga BBM dan kurangnya pasokan telur di pasar tradisional di penghujung tahun.

Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu, dan menjelang datangnya Hari Raya Natal serta berakhirnya Tahun 2014, harga telur dipasar tradisional Kota Dumai mengalami kenaikan.

Tidak tanggung-tanggung kenaikan harga telur mencapai hingga 30% dari harga awal. Hal itu seperti yang diyngkapkan seorang pedagang telur ayam, Zaki kepada riauheadline.com, Minggu (30/11/2014).

Zaki mengatakan bahwa saat ini telur mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Dimana harga telur ayam pada hari biasa hanya Rp. 29.000 per papan, kini menjadi Rp. 32.000 per papan. Sedangkan telur bebek dari harga awal Rp. 65.000 per papan kini menjadi Rp. 68.000 per papan.

"Demikian pula dengan harga telur atam kampung, harga awalnya hanya Rp.57.000 per papan kini menjadi Rp. 62.000 per papan. Telur puyuh juga mengalami kenaikan dari harga Rp. 6.000 per sepuluh buah kini sudah mencapai Rp. 9.000 per sepuluh buah. Dan kenaikan ini sudah terjadi semenjak satu pekan terakhir," jelas Zaki.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pedangan telur lainnya, Reff. Ia menyampaikan bahwa kenaikan harga telut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu.

"Kenaikan harga telur cukup signifikan dan selalu berubah-ubah setiap harinya. Dan hal ini juga membuat minat pembeli yang didominasi oleh ibu-ibu menjadi berkurang, hal itu tentu saja membuat nilai jual-beli menjadi melemah," jelas Reff.

Kepada riauheadline.com, Reff juga mengatakan kenaikan harga telur juga terjadi karena naiknya harga BBM, yang membuat biaya operasional menjadi membengkak.

"Dan dilain hal, kenaikan harga telur ini juga disebabkan oleh pasokan telur yang sangat minim sehingga harga telur juga menjadi tidak stabil," pungkasnya.

Pantauan riauheadline.com, akibat terjadinya kenaikan harga telur ini, minat pengunjung untuk membeli telur dipasar Bunda Sri Mersing juga tampak berkurang, pengunjung relatif sepi, dan stock telur yang dijajakan pedagang juga sedikit. 

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar