Hasil Survei Disperindag, Harga Sembako Melonjak Naik
Minggu, 09 November 2014 15:09 WIB
DUMAI : Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Dumai di sejumlah pasar tradisional yang ada di daerah ini diketahui telah terjadi lonjakan harga kebutuhan bahan pokok masyarakat.
"Memang betul terjadi lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok yang cukup signifikan di pasaran. Ini diketahui berdasarkan hasil survei yang kita lakukan di sejumlah pasar tradisional," ujar Kamaruddin, Kabid Perdagangan Disprindag Kota Dumai, kepada wartawan, Ahad (9/11/14).
Menurutnya, lonjakan harga Sembako ini terjadi diperkirakan karena telah mendekati hari-hari besar, seperti Perayaan Natal dan Tahun Baru, adanya isu kenaikan BBM, serta terjadinya bencana erupsi gunung Sinabung di Sumatera Utara, sehingga kurangnya pasokan yang didistribusikan ke daerah ini.
Beberapa kebutuhan pokok yang terjadi kenaikan diantaranya, Kacang Tanah, Cabe Merah, Bawang Putih, Tomat, Wortel, dan Ayam Potong. Namun, harga barang yang naik mencapai 50 persen terjadi pada Cabe Merah dan Wortel.
"Harga Cabe Merah sebelumnya Rp50 ribu/kilogram, kini naik Rp80 hingga Rp100 ribu. Sedangkan Wortel sebelumnya Rp6 ribu/kilogram naik mencapai Rp14 ribu,"sebut Kamaruddin.
Dirincikannya lagi, harga barang lain seperti Kacang Tanah yang sebelumnya Rp17 ribu/kilogram naik mencapai Rp20 ribu, Bawang Putih dari harga Rp14 ribu, naik menjadi Rp16 ribu/kilogram, Tomat dari harga Rp10 ribu naik menjadi Rp14 ribu/kilogram. Sementara, Ayam potong yang harga sebelumnya Rp20 ribu/kilogram kini naik mencapai Rp23 ribu.
"Kenaikan Sembako tersebut, tidak terjadi pada Beras Bulog. Karena hingga saat ini, stock beras Bulog masih dikabarkan aman. Jika pun Beras mengalami kenaikan diatas 10 persen, Bulog akan mengadakan Operasi Pasar (OP) sesuai hett yang telah ditetapkan pada perjanjian beberapa waktu lalu,"sebutnya.
Terakhir Kamaruddin mengatakan, Disperindag akan terus melakukan pantauan terhadap perkembangan harga dan persedian barang di pasaran agar tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan oleh para pedagang sehingga memberatkan masyarakat pembeli.
(ocu/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kejari Dumai Musnahkan Barang Bukti Hasil Penanganan Perkara 2017
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Lingkungan
Ratusan Anggota TNI-Polri Bersih-bersih Kampung Dalam Dumai
-
Hukrim
Penjual Martabak Tewas Mengenaskan Dalam Ruko di Dumai

