Investasi Domestik dan Asing di Riau Masuk 7 Besar Nasional
Senin, 11 Agustus 2014 08:19 WIB
PEKANBARU - Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau Irhas Irvan mengungkapkan perkembangan kegiatan investasi di Provinsi Riau hingga triwulan II 2014. Secara akumulatif trendnya masih positif.
“Pada triwulan II ini kegiatan investasi di daerah kita cukup prospektif. Masih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan di Pekanbaru kemarin.
Dipaparkan Irhas, nilai investasi di Riau pada triwulan II 2014 mencapai Rp7.384 triliun. Jumlah ini naik 2,65 persen dibandingkan triwulan I 2014 yang mencapai Rp7.1 triliun.
Secara rinci Irhas kemudian memaparkan, bahwa nilai investasi lokal atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp3.9 triliun, naik lebih 500 persen dibandingkan triwulan I yang hanya Rp696,6 miliar. Sementara investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) turun dari triwulan I Rp 6.4 triliun menjadi hanya Rp3.4 triliun.
Dengan jumlah nilai investasi tersebut di atas, Irhas mengatakna bahwa Provinsi Riau berada pada peringkat 5 nasional untuk PMDN dan peringkat 7 nasional untuk PMA.
Ditambahakan Irhas, untuk investor asing didominasi Singapura, Malaysia dan China. Ada juga investor asing yang merupakan gabungan beberapa negara.
“Kalau sektor investasi yang paling diminati adalah kelistrikan, hilirisasi pulp and paper dan perkebunan,” demikian penjelasan Irhas Irvan.***(mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

