Investor Hongkong dan Malaysia Minati RAL
Selasa, 27 Januari 2015 20:21 WIB
PEKANBARU - Teguh Triyanto, Direktur Utama Riau Air Line atau RAL nyatakan, saat ini sudah ada dua perusahaan dari Hongkong dan Malaysia yang ingin menanamkan sahamnya demi menghidupkan kembali RAL.
"Dua perusahaan dari Hongkong dan Malaysia sudah nemui kita, tinggal menunggu kesepakatan para pemegang saham yang lain. Saya lupa nama perusahaannya," kata Teguh Triyanto kepada wartawan usai menghadiri hearing dengan Komisi C DPRD Riau, Selasa (27/01/15).
Ia pun mengakui, tidak banyak yang dilakukan pihaknya dalam meyakinkan investor agar mau menanamkan modalnya untuk RAL. Dukungan dari pemilik saham yang ada serta market RAL menjadi senjata ampuh pihaknya dalam meyakinkan para investor.
Sebelumnya, berbagai upaya tengah dilakukan pihaknya dalam menghidupkan salah satu BUMD di Riau ini, salah satunya mengatur ulang rute pesawat RAL. Menurutnya, rute pesawat RAL ini nantinya difokuskan kepada rute yang bisa menguntungkan perusahaan.
"Kalau dulu kan banyak rutenya, nah jika hidup kembali, maka kita akan fokuskan rute-rute yang bisa menghasilkan ke kas daerah. Misalnya, cukup mengambil rute Pekanbaru-Pulau Natuna atau rute-rute yang dianggap perlu," sebutnya.
Saat ini pihaknya juga tengah berupaya menyediakan tiga pesawat carter yang akan beroperasi nantinya. Juga, tengah mengurus dan menghidupkan kembali izin operasional penerbangannya.
"Total hutang RAL sampai saat ini sekitar Rp305 miliar, apa saja rinciannya, mohon maaf saya tidak hafal sedetail itu," tutupnya.
(ary/ary)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Hukrim
Keributan di Rutan Sialang Bungkuk Dipicu Provokasi Napi
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Hukrim
Pemilik Home Industri Ekstasi Tega Mengusir Istrinya di Pekanbaru
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan

