• Home
  • Traveler
  • Gema Manata Rohul Gelar Festival Tor-tor dan Lagu Mandailing

Gema Manata Rohul Gelar Festival Tor-tor dan Lagu Mandailing

Selasa, 27 Januari 2015 20:19 WIB
ROKAN HULU - Festival Tor-tor dan Lagu Mandailing tingkat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah dimulai pada, Selasa (27/1/15) sore. Festival ini dibuka oleh Bupati Rohul Achmad, diwakili Asisten I Setdakab Rohul Juni Safrin ditandai dengan pemukulan gong.

Festival Tor-tor dan Lagu Mandailing merupakan even pertama kali diprakarsai oleh Generasi Muda Mandailing Anak Negeri Napituhuta (Gema Manata) Kabupaten Rohul yang berdiri sejak 2013 lalu.

Ketua Gema Manata Rohul, Suharman Nasution, juga Kabag Humas Setdakab Rohul mengatakan festival pertama ini diikuti 90 peserta Festival Lagu Mandailing, dan 12 grup Festival Tor-tor.

Suharman mengungkapkan ada beberapa kriteria dalam festival ini, seperti untuk peserta Festival Lagu Mandailing usia dibatasi antara 15-30 tahun, ada lagu wajib dan pilihan.

Peserta Festival Tor-tor juga harus minimal 13, dan tor-tor ada dua, yakni tor-tor naposo bulung dan tor-tor sabe-sabe. Para pemenang tor-tor juga bisa ditampilkan di acara-acara lebih besar.

"Untuk pemenang Lagu Mandailing juga bisa merekam lagu-lagunya sendiri untuk dijual, karena dia sudah punya nama," kata Suharman dan mengakui Festival itu akan menjadi agenda rutin tahunan bagi Gema Manata Rohul di tahun selanjutnya.

Masih di tempat sama, tokoh adat Napituhuta, Drs. H. Alijabar Nasution bergelar Sultan Nalobi Api, sangat berterima kasih kepada pemuda dan pemerintah hingga terlaksananya Festival tersebut.

Menurut dirinya, kesenian dan budaya merupakan aset bangsa. Sebab itu, seni dan budaya Mandailing juga harus diselamatkan.

Saat membuka acara, Asisten I Setdakab Rohul Juni Safrin mengatakan suku Mandailing merupakan salahsatu suku terbesar. Suku ini sudah menyebar di tiga provinsi, seperti Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat.

"Ini (suku) harus diwariskan kepada anak cucu kita. Sehingga suku Mandailing tetap lestari," kata Juni dalam sambutannya.

Menurutnya, Festival Tor-tor dan Lagu Mandailing dapat menghidupkan budaya-budaya lain yang ada di Kabupaten Rohul. Mandailing Rohul bukan seperti Mandailing di Sumut, sebab itu harus punya ciri khas dalam mendukung proses pembangunan daerah.

(zal/mad)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar