• Home
  • Ekbis
  • Kadin Minta Chevron Beri Peluang Perusahaan Daerah

Kerjakan Proyek Migas,

Kadin Minta Chevron Beri Peluang Perusahaan Daerah

Senin, 28 Oktober 2013 23:25 WIB

BENGKALIS - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang sudah lama beroperasi mengelola sumberdaya alam minyak dan gas di Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis, diminta untuk memberikan kesempatan kepada BLJ Migas, yang merupakan anak perusahaan dari BUMD PT Bumi Laksamana Jaya Group milik Pemkab Bengkalis untuk mengerjakan proyek migas yang ada di perusahaan tersebut.

"Tidak ada salahnya PT Chevron memberikan kesempatan pekerjaan kepada anak perusahaan daerah BLJ Migas, tentunya melalui proses tender yang sehat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sekaranglah saatnya, agar perusahaan daerah bisa berpartisipasi mengerjakan proyek migas di Chevron," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis, Masuri SH, Senin (28/10).

Dipaparkan Ketua Kadin, ini adalah bentuk tanggung jawab moral bagi CPI untuk memberikan kesempatan terhadap anak negeri untuk berpartisipasi dan berkembang di oil dan gas area. Dimana tanggung jawab tersebut dapat dibagi dua, yaitu dari sisi karyawan dan manajemen CPI adalah mayoritas orang Indonesia. Di sini yang dipanggil adalah semangat nasionalisme. "Jangan ada kesan bahwa hanya perusahan asing saja yang dapat tempat di segmen ini,” tegasnya lagi.

Yang kedua dari sisi CPI sebagai kontraktor, dalam melaksanakan kegiatannya ikut bertanggungjawab dalam mengembangkan lingkungan, masyarakat setempat dan mau memberikan kesempatan pekerjaan kepada BUMD, tentunya dengan tetap mengedepankan azas kemampuan dan profesionalitas.
“Kalau ada perusahaan daerah yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan migas yang ada di Chevron, tidak ada salahnya kalau Chevron mengutamakan perusahaan daerah,” pintanya.

Direktur PT BLJ Migas, Andi Yulius didampingi Marketing Executive Director Deriboy, Techincal Executive Director Elang, Ershad dan Manager Humas & CSR PT BLJ Group, Haspian Tehe mengatakan, semua persyaratan legalitas, administrasi  dan perizinan sudah lengkap dengan PTK 007/Revisi-2. Ini sudah terbukti dengan BLJ Migas telah lolos PQ (Pre-Qualification) di beberapa perusahaan oil dan gas di Indonesia.

Ditegaskan Andi Yulius, BLJ Migas ingin ikut berpartisipasi di dalam paket kontrak Well Construction Services yaitu jasa cementing, stimulasi, fracturing, tools and testing dan coil tubing Unit. BLJ Migas mengakui bahwa CPI punya standar yang tinggi baik SDM maupun spesifikasi unit, equipment. Di sini BLJ Migas tampil secara profesional dengan SDM yang andal dan teruji di dunia migas juga dengan didukung peralatan yang sesuai dengan spesifikasi standar CPI.

Apalagi, lanjutnya, keuntungan dari mengerjakan proyek migas itu akan disisihkan oleh BLJ Migas untuk program pengembangan SDM anak daerah dan Program CSR untuk beasiswa anak-anak SD, SLTP, SLTA beprestasi dari keluarga tidak mampu,  mengumrohkan tokoh-tokoh masyarakat dan membantu UKM.

BLJ Migas saat ini sudah menandatangani kontrak untuk pekerjaan cementing di KSO Pertamina - PT IEV Pabuaran, Subang, Jawa Barat dan akan dieksekusi pada pertengahan November 2013 ini sebagai Sub-Kontraktor dari PT Bina Mandiri Services. Kontrak lain yang BLJ Migas juga ikut untuk pekerjaan cementing adalah di Lampung.

 BLJ Migas ikut dalam kontrak IPM untuk pekerjaan cementing dan DST yang bertindak sebagai pemegang kontrak IPM nya adalah PT Westindo Utama Karya di PSC PT Harpindo Mitra Kharisma yang akan dieksekusi paling lambat akhir November 2013.

"Permintaan lainnya adalah untuk pekerjaan Cementing di TAC Pertamina EP – PT Putra Kencana Diski Petroleum dan kita bekerja sama dengan PT Bina Mandiri Services," terang Andi Yulius.

BLJ Migas sudah siap untuk masuk ke pasar ini karena sudah memiliki tim yang solid dan umumnya berasal dari service company sejenis yang sudah punya pengalaman puluhan tahun di bidangnya. Mengenai peralatan, BLJ Migas sudah punya 3 set peralatan cementing, yaitu 2 twin pump (brand new) dan 1 single pump (refurbish), RTTS Packer berikut: 7” 2ea , 9-5/8” 2ea dan 10-3/4” 1ea. Sementara equipment yang lain akan segera menyusul saat ini sedang dalam masa fabrikasi.

"Spesifikasi unit yang kita punya adalah sama dengan spesifikasi yang diperlukan untuk Well Construction Services Contract di Chevron Pacific Indonesia," tutur Andi Yulius. (mar)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar