Kadin Riau Minta Tinjau Ulang Pembangunan Ritos
Senin, 02 Februari 2015 11:58 WIB
PEKANBARU - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Riau, Nasirday meminta pemerintah provinsi (Pemprov) mengkaji ulang pembangunan Riau Town Square (RITOS). Terutama dampak dari aspek sosial dan ekonominya.
Pernyataan itu diungkapkan Nasirday dalam perbincangan dengan riauterkinicom di salah satu restoran cepat saji Pekanbaru, Ahad petang (1/2/15). Menurut Nasir, dulunya lokasi purna MTQ dijadikan sebagai salah satu penunjang Visi Riau 2020, yakni pusat perekonomian dan pusat kebudayaan yang Islami di Asia Tenggara.
"Dulunya purna MTQ ini dicanangkan dalam Visi Riau 2020 menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan dan Islami. Jadi kita sangat sesali purna MTQ ini dijadikan pusat bisnis yang di dalamnya ada fasilitas hotel, kolam renang, dan tempat hiburan,'' katanya.
Jika sudah ada fasilitas hotel, kolam renang dan hiburan, imbuh Nasirday, tidak tertutup kemungkinan akan timbul kemaksiatan. Ini jelas bertentangan dengan cita-cita pemimpin Riau waktu itu. Selain itu, pembangunan RITOS tentu akan mengubah sejarah yang mencatat Riau pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional.
"Karena MTQ Nasional di Riau itu lah makanya Presiden Soeharto waktu itu mau menginjakkan kakinya ke Riau. Itu eranya Gubernur Riau Soeripto. Lalu di masa Gubernur Saleh Djasit, purna MTQ ditambah dengan fasilitas Gedung Anjungan Seni Idrus Tintin,'' katanya.
Pembangunan gedung Idrus Tintin ini juga bagian dari untuk mendukung Visi Riau 2020. Di dalam komplek Purna MTQ itu juga dibangun miniatur rumah ada beberapa daerah tingkat II Riau.
Tujuannya pembangunan itu tidak lain agar generasi muda nanti mengenal rumah adat dan kebudayaan Riau. Setiap libur atau akhir pekan bisa dikunjungi anak-anak SD, sambil rekreasi dan mereka bisa belajar.
"Jika RITOS dibangun, sudah pasti satu lagi tempat bersejarah di Kota Pekanbaru dihapus,'' tukasnya. Nasirday menyarankan jika investor tetap ngotot ingin menanamkan modalnya di Riau, Kadin siap mencarikan lahan baru.
Lokasi purna MTQ sendiri diperkirakan akan menjadi kawasan macet yang luar bisa jika dibangun pusat keramaian seperti hotel, mall dan fasilitas lainnya. Belum ada RITOS pun sudah macet apalagi nanti telah dbangun.
Yang lebih mengkhawatirkan, pembangunan hotel setinggi 17 lantai di RITOS nantinya akan mengganggu penerbangan.
"Kalau kita take off dari bandara Sultan Syarif Kasim II, dari Selatan tujuan Jakarta. Tempat mutar pesawat pas atas lokasi purna MTQ. Ini tentu tidak bagus untuk keselamatan,'' pungkasnya.
(rdk/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Terlibat Narkoba, Polisi Tangkap Seorang ASN Pemprov Riau di Jakarta
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Hukrim
Tak Mau Dipindahkan, Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Mengamuk
-
Ekbis
Bank Riau Kepri Gelar Rapat Kerja Triwulan II Tahun 2017
-
Sosial
Gubernur Riau Teken MoU Bersama Badan Restorasi Gambut

