Puluhan Warga Bakar Warung Remang-Remang di Rohil
Senin, 02 Februari 2015 11:55 WIB
ROKAN HILIR - Kemarahan warga Kepenghuluan Desa Kasang Bangsawan Kecamatan Pujud Kabupaten Rokanhilir sudah sampai ke puncaknya.
Seperti yang dilakukan massa dari masyarakat yang telah meminta agar hotel notabene warung remang-remang tempat menginap para pekerja sek komersial (PSK) dibongkar karena telah meresahkan. Namun tak kunjung diindahkan.
Ironinya lagi, tujuh kali surat kecamatan dilayangkan kepada pemilik warung remang-remang justru diabaikan. Hal ini menyulut kemarahkan warga, ketika anggota Satpol PP melakukan penertiban, massa malah melakukan pembakaran.
Akibat kemarahan warga sedikitnya 18 warung remang-remang yang terletak di perkebunan warga di Kepenghuluan Kasang Bangsawan Kecamatan Pujud, Rohil dibongkar paksa dan dibakar massa.
Aksi ini terjadi, Sabtu (31/1) lalu sekira pukul 15.30 Wib. Sementara penertipan dilakukan karena keberadaan warung semi permanen ini telah meresahkan masyarakat.
Bahkan telah diberikan surat peringatan oleh camat, namun tak diindahkan, untung dalam aksi tersebut tak memakan korban jiwa.
Kapolres Rohil AKBP Subiantoro SH yang di konfirmasi melalui Kapolsek Pujud AKP Syofian, Ahad (1/2) mengungkapkan penertipan warung remang-remang dilakukan Satpol PP dan camat serta dibantu pihak kepolisian dan tokoh masyarakat. Selama ini telah diberi peringatan beberapa kali.
Sedangkan aksi pembakaran dilakukan setelah tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rohil melakukan penertiban penyakit masyarakat di daerah itu atas permintaan camat setempat dipimpin Kasatpol Rohil Abdul Hamid SH serta Plt camat Pujud Muslik dan anggota Polsek Pujud.
Pihaknya pada penertipan tersebut menurunkan sebanyak 15 personel yang dibantu anggota Polres Rohil serta personel Polsek Pujud atas permintaan camat.
"Memang pada awalnya petugas melakukan razia Pekat serta melakukan pembongkaran, namun karena warga ramai dan telah lama emosi atas keberadaan warung remang-remang tersebut,akibatnya beberapa warung yang telah dibongkar oleh petugas dibakar paksa oleh masyarakat,dan hingga saat ini kondisi kondusif dan tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut,"terang kapolsek.
Jelasnya lagi, keberadaan 18 warung remang-remang yang terletak di perkebunan masyarakat ini telah lama beroperasi selama 5 tahun dan selama ini keberadaan warung-remang-remang ini telah meresahkan warga,sebab menurut warga di warung tersebut menyediakan perempuan malam, minuman keras serta hiburan malam lainnya yang mengaanggu ketenangan warga setempat.
Plt Camat Pujud Muslik bahwa aksi pembongkaran dan pembakaran terhadap 18 warung remang-remang ini terjadi sebelum dilakukan pembongkaran dan dibakar oleh massa, dan selama ini terlah di surati pihak kecamatan sebanyak 7 kali memberikan surat peringatan kepada pemilik warung. Namun peringatan itu tidak pernah digubris.
"Telah beberapa kali disurati namun pemilik warung tetap tidak membuka warung, setelah itu dilakukan penertipan ini,"jelasnya.
Warga Resah
Sementara itu Untuk di Kecamatan Balai Jaya juga masyarakatnya sudah mulai gerah dan resah terhadap semakin menjamurnya warung remang-remang di daerah tersebut. Tepatnya di jalan lintas sumatera yang ada di kecamatan Balai Jaya dan kecamatan Bagan Sinembah sejauh ini membuat warga setempat resah.
Apalagi warung remang-remang tersebut diduga selalu menggelar aktivitasnya tengah malam dan diduga menyediakan perempuan nakal, dan tentunya kondisi itu akan membuat bencana bagi masyarakat jika tidak segera ditertibkan.
Dan parahnya lagi, keberadaan warung remang-remang tersebut berada didalam bangunan rumah liar yang didirikan hanya sejengkal dari jalan lintas. Pasalnya, ruli tersebut dibangun diatas Daerah Marka Jalan (DMJ).
"Memang disepanjang jalan lintas mulai dari Balai Jaya sampai ke Bagan Batu, kecamatan Bagan Sinembah itu banyak berdiri ruli-ruli. Dan ironisnya lagi bangunan ruli itu juga dijadikan sebagai warung remang-remang," ujar Abdul Sani salah seorang warga Bagan Batu kepada Dumai Pos, Sabtu (31/1) kemarin.
Dengan demikian, lanjutnya lagi tidak mengherankan jika pada akhirnya warga masyarakat meresahkan hal tersebut. " Semua warung remang-remang buka sampai dini hari.
Bahkan kegiatannya cukup meresahkan masyarakat, selain menghidupkan musik cukup keras, kerap kali ada wanita yang melayani hidung belang yang mampir ke warung tersebut, terangnya kembali.
Hal senada juga turut disampaikan oleh Safnah kemarin. Menurutnya, keberadaan warung remang-remang itu sudah berlangsung lama. " Sebenarnya itu sudah lama ada, namun kesannya pemerintah memang tutup mata, atau jangan-jangan ada setoran mungkin," ujarnya.
Dirinya menilai, jika warung yang dibangun di sepanjang jalan lintas sumatera itu juga menambah buruk pemandangan.
"Bagi yang sedang melintas tentu menilai kalau Bagan Batu ini banyak tempat maksiat, itu kesan buruk yang tentunya didapat oleh para pendatang yang melintas daerah kita ini," terangnya kembali.
Untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah kecamatan harus segera menertibkan dan jangan dibiarkan merajalela beroperasi.
"Apalagi aktivitas di warung remang-remang ini sudah berlangsung lama, dan dikhawatirkan warung remang-remang itu dijadikan transaksi kejahatan, baik narkoba maupun PSK," ujarnya.
(rdk/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Perempuan Pengecer Bensin Tewas Terbakar di Rohil
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Jaksa Resmi Tahan Mantan Kepala Desa di Rohil
-
Sosial
Bupati Suyatno Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Rokan Hilir
-
Maritim
ICMI Rohil Akan Gelar Pelatihan Ternak Lele Bioflok
-
Kesehatan
Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Rohil Dirikan 3 RTK
-
Traveler
Pemkab Rohil Terus Berhani Objek Wisata Pulau Jemur

