Pemkab Inhu Anggarkan Rp 7,5 Miliar untuk UED-SP
Sabtu, 01 Februari 2014 17:22 WIB
RENGAT - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, tahun 2014 mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar dari APBD untuk bantuan modal Program Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) untuk 15 desa se-Indragiri Hulu.
"Program ini diperioritaskan untuk membantu usaha ekonomi kerakyatan yang selama ini dinilai sangat membantu warga. Dana ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik- baiknya oleh sejumlah desa," kata Kepala Bapemas Pemdes Kabupaten Indragiri Hulu Suratman didampingi Kabid Usaha Ekonomi Desa Bariyono di Rengat, Sabtu.
Dikatakannya, sejak digulirkan tahun 2005 hingga 2013, sudah 98 desa di Kabupaten Inhu yang menerima bantuan modal untuk program UED-SP. Semua kegiatan yang dikelola sejumlah desa tersebut sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi warga sehingga program ini perlu terus diupayakan.
"Sementara Program UED-SP merupakan sharing anggaran antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan Pemkab Inhu," tegasnya.
Dijelaskan Bariyono bahwa Program UED-SP dinilai sangat membantu perekonomian masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari data jumlah peserta atau penerima manfaat yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Begitu juga dengan sisa hasil usaha atau laba yang tiap tahunnya, terus mengalami peningkatan.
Selain itu, dari sisa hasil usaha atau laba yang diperoleh tiap tahunnya oleh pengelola UED-SP, sebagian akan dialokasikan untuk kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat serta pengembangan usaha dan kegiatan lain yang sudah disepakati sebelumnya.
"Atas keberhasilan itu Pemerintah daerah kabupaten Indragiri Hulu berupaya kegiatan ini terus menjadi program unggulan," ucapnya.***(ant)
"Program ini diperioritaskan untuk membantu usaha ekonomi kerakyatan yang selama ini dinilai sangat membantu warga. Dana ini diharapkan dapat dipergunakan sebaik- baiknya oleh sejumlah desa," kata Kepala Bapemas Pemdes Kabupaten Indragiri Hulu Suratman didampingi Kabid Usaha Ekonomi Desa Bariyono di Rengat, Sabtu.
Dikatakannya, sejak digulirkan tahun 2005 hingga 2013, sudah 98 desa di Kabupaten Inhu yang menerima bantuan modal untuk program UED-SP. Semua kegiatan yang dikelola sejumlah desa tersebut sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi warga sehingga program ini perlu terus diupayakan.
"Sementara Program UED-SP merupakan sharing anggaran antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan Pemkab Inhu," tegasnya.
Dijelaskan Bariyono bahwa Program UED-SP dinilai sangat membantu perekonomian masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari data jumlah peserta atau penerima manfaat yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Begitu juga dengan sisa hasil usaha atau laba yang tiap tahunnya, terus mengalami peningkatan.
Selain itu, dari sisa hasil usaha atau laba yang diperoleh tiap tahunnya oleh pengelola UED-SP, sebagian akan dialokasikan untuk kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat serta pengembangan usaha dan kegiatan lain yang sudah disepakati sebelumnya.
"Atas keberhasilan itu Pemerintah daerah kabupaten Indragiri Hulu berupaya kegiatan ini terus menjadi program unggulan," ucapnya.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

