Minyak di Blok Siak 10 Ribu Barel Lagi,
Pemprov Riau akan bertemu Menteri ESDM
Rabu, 05 Maret 2014 18:04 WIB
PEKANBARU - Sisa minyak yang terkandung di Blok Siak diperkirakan masih ada sekitar 10 ribu barel lagi. Pemprov saat ini terus berupaya mengambil alih pengelolaan, pasca ditinggal PT Chevron, November tahun lalu.
Pemprov sendiri sudah menjadwalkan akan kembali menemui Menteri Energi dan Sumber Daya dan Energi (ESDM) Jero Wacik, pada pertenghan Maret ini. Setelah sebelumnya, dua kali surat Pemprov tak kunjung dibalas Kemen ESDM.
"Mudah-mudahan Maret ini, kami akan menemui Menteri ESDM," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau Said Mukri, Rabu (5/3).
Terkait rencana pengelolaan tersebut, Said menyatakan keoptimisannya untuk mendapatkan hak pengelolaan secara penuh. Sesuai dengan amanat undang-undang, daerah berhak mengelola kekayaan alamnya sendiri. Kalau pun kalau pusat menunjuk pihak lain, daerah tetap harus dilibatkan.
Dengan dua poin itu, paling tidak rencana Pemprov untuk mendapatkan pengelolaan di Blok Siak itu bisa terwujud dengan bekerja sama dengan pihak lain. Akan tetapi, usaha Pemprov untuk mengelola secara penuh juga bisa saja terwujud.
"Pertamina cuma sementara, kalau kita bisa mengelola kenapa tidak. Saya kira 10 ribu barel itu cukup banyak," ujar Said.
Untuk anggarannya, Said mengatakan keberadaan BUMD seperti Bank Riaukepri (BRK), Bumi Siak Pusako (BSP), Sarana Pembangunan Rakyat (SPR), siap memberikan dukungan anggaran.
Said bahkan menyatakan, melalui BUMD tersebut sudah cukup sebagai pendukung modal, tanpa harus mencari bantuan kucuran dari pihak luar apalagi luar negeri. (mok)
Pemprov sendiri sudah menjadwalkan akan kembali menemui Menteri Energi dan Sumber Daya dan Energi (ESDM) Jero Wacik, pada pertenghan Maret ini. Setelah sebelumnya, dua kali surat Pemprov tak kunjung dibalas Kemen ESDM.
"Mudah-mudahan Maret ini, kami akan menemui Menteri ESDM," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau Said Mukri, Rabu (5/3).
Terkait rencana pengelolaan tersebut, Said menyatakan keoptimisannya untuk mendapatkan hak pengelolaan secara penuh. Sesuai dengan amanat undang-undang, daerah berhak mengelola kekayaan alamnya sendiri. Kalau pun kalau pusat menunjuk pihak lain, daerah tetap harus dilibatkan.
Dengan dua poin itu, paling tidak rencana Pemprov untuk mendapatkan pengelolaan di Blok Siak itu bisa terwujud dengan bekerja sama dengan pihak lain. Akan tetapi, usaha Pemprov untuk mengelola secara penuh juga bisa saja terwujud.
"Pertamina cuma sementara, kalau kita bisa mengelola kenapa tidak. Saya kira 10 ribu barel itu cukup banyak," ujar Said.
Untuk anggarannya, Said mengatakan keberadaan BUMD seperti Bank Riaukepri (BRK), Bumi Siak Pusako (BSP), Sarana Pembangunan Rakyat (SPR), siap memberikan dukungan anggaran.
Said bahkan menyatakan, melalui BUMD tersebut sudah cukup sebagai pendukung modal, tanpa harus mencari bantuan kucuran dari pihak luar apalagi luar negeri. (mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

