• Home
  • Ekbis
  • Pengecer Keluhkan Pengurangan Takaran BBM di Selatpanjang

Pengecer Keluhkan Pengurangan Takaran BBM di Selatpanjang

Senin, 06 Juli 2015 15:54 WIB
MERANTI - Sejumlah pengecer BBM jenis Premium di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti mengeluhkan pengurangan takaran minyak yang mereka dapatkan di pangkalan APMS.

Salah seorang pengecer yang enggan disebut namanya mengaku jika takaran minyak sebelum sampai di kios sudah dipermainkan oleh pihak pangkalan.

Hal itu ditegaskan setelah dirinya bersama pengecer lainnya melakukan transaksi jual beli minyak jenis premium di sebuah pangkalan. Yang pada awalnya minyak berkapasitas 200 liter dari APMS, namun berkurang drastis setelah sampai di kios pengecer.

"Biasanya saya membeli minyak perdrumnya berkapasitas 200 liter, namun beberapa bulan terakhir ini takaran di dalam drum tidak pernah pas, bahkan pernah berkurang hingga 150 liter dan kejadian itu terus berulang sampai saat ini," ujarnya.

Walaupun keluhan itu terus disampaikan, namun para pengecer tidak berani membuat laporan kepada pihak berwajib atas apa yang mereka alami. Dikarenakan takut jatah premium yang diberikan APMS ditarik kembali.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapakali menerima pengaduan dari para pengecer dengan kasus yang sama.

"Pengaduan dari para pengencer atas pengurangan takaran minyak sudah beberapa kali saya terima, namun mereka takut untuk membuat laporan dengan alasan takut jatah minyak yang mereka terima ditarik kembali oleh APMS," kata Syamsuar.

Meskipun begitu pihak Disperindagkop UKM tidak lepas tangan atas masalah yang dihadapi para pengencer. Pihaknya akan bergerak atas apa yang dialami para pengecer, bila ada laporan resmi dari mereka ke polisi, beserta bukti. 

"Jika itu belum ada maka kami belum bisa menindaklanjuti. Kita juga pernah melakukan peninjauan langsung ke APMS, namun pihak pangkalan tersebut mengatakan mereka sudah melakukan takaran minyak dengan normal," ungkap Syamsuar.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pertamina
Komentar